Share

5 Kiper Terbaik yang Tidak Pernah Juara Liga Champions, Nomor 1 Peraih Ballon dOr

Hakiki Tertiari , Jurnalis · Sabtu 19 Februari 2022 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 18 51 2549573 5-kiper-terbaik-yang-tidak-pernah-juara-liga-champions-nomor-1-peraih-ballon-dor-80q8tDCejF.jpg 5 kiper terbaik yang tidak pernah juara Liga Champions, nomor 1 periah Ballon dOr

SEBANYAK 5 kiper terbaik yang tidak pernah juara Liga Champions akan dibahas di artikel ini. Seorang penjaga gawang kerap dipandang sebelah mata lantaran jarang mencetak gol untuk timnya. Namun, sebenarnya seorang penjaga gawang juga memegang peran vital dalam sebuah tim.

Kiper berkontribusi lewat penyelamatan krusial, agar gawang tidak dibobol oleh sebuah tim. Hal itu akan berbeda, jika seorang kiper tidak tampil apik, bisa-bisa gawangnya sering kebobolan yang mengakibatkan tim tersebut kalah.

Di artikel ini akan membahas 5 penjaga gawang terbaik yang ternyata belum pernah mencicipi trofi bergengsi di Eropa, Liga Champions, sekalipun kiper tersebut sudah pernah merasakan gelar juara Piala Dunia. Lantas siapa kiper tersebut?

Berikut 5 Kiper Terbaik yang tidak pernah juara Liga Champions dilansir dari Sportskeeda.

5. Pat Jennings

Pat Jennings

Legenda Tottenham Hotspur Pat Jennings, ada di posisi kelima. Penjaga gawang asal Irlandia Utara ini bergabung dengan The Lilywhites -julukan Tottenham Hotspur- pada 1964. Ia menghabiskan 13 tahun di White Hart Lane.

Sejak bergabung dengan Tottenham, Pat Jennings sudah memenangi empat trofi, baik itu di Inggris maupun antar benua Eropa. Tapi, trofi antar Eropa yang dimaksud bukan Liga Champions, melainkan trofi Liga Eropa pada 1972. Sementara itu, tiga gelar lainnya adalah Piala FA (1967), Community Shield (1967), dan Piala Liga (1973)

4. Dino Zoff

Dino Zoff

Dino Zoff salah satu kiper yang punya prestasi mentereng. Legenda Italia itu sudah mencicipi delapan trofi domestik di Italia. Enam gelar di antaranya adalah Liga Italia dan dua lainnya adalah Coppa Italia ketika bersama Juventus.

Ia juga pernah mengangkat trofi Piala Dunia 1982 dan Piala Eropa 1968. Namun, ironisnya ia belum mencicipi Liga Champions sekalipun.

3. Gordon Banks

Gordon Banks

Gordon Banks merupakan kiper Inggris terbaik sepanjang masa. Ia berada di puncak kariernya ketika membela di Leicester City dan Stoke City selama era 1960 hingga 1970. Karier Gordon Banks melesat bersama Tim Nasional Inggris. Ia pernah menjadi juara Piala Dunia 1966 dan peringkat ketiga Piala Eropa 1968.

Sementara itu, di klub, besama Leicester City dan Stoke City ia bisa juara Piala Liga tahun 1964 dan 1972. Namun, kiper Inggris yang dijuluki penghenti tembakan abad ke-20 itu, belum pernah juara Liga Champions.

2. Gianluigi Buffon

Buffon

Gianluigi Buffon disebut sebagai suksesor Dino Zoff. Ya, itu tidak salah. Namun, ternyata kariernya tak jauh berbeda dari Dino Zoff, seniornya di Italia. Gianluigi Buffon belum pernah menjadi juara Liga Champions sepanjang kariernya. Meskipun sudah tiga kali masuk final Liga Champions, semuanya berakhir sebagai runner-up.

Bersama Juventus ia sudah menggondol 10 trofi Liga Italia dan lima Coppa Italia. Bersama Parma, ia menorehkan satu gelar Coppa Italia dan satu gelar Liga Eropa.

1. Lev Yashin

Di urutan pertama, ada Lev Yashin, satu-satunya kiper yang bisa memenangi Ballon dOr. Kiper berjuluk “Si Laba-laba Hitam” ini meraih Ballon dOr pada 1963.

Lev Yashin menghabiskan seluruh kariernya bersama Dynamo Moscow, selama dua dekade. Untuk menghormati penjaga gawang yang hebat, FIFA mempersembahkan trofi Yashin kepada penjaga gawang dengan performa terbaik sepanjang tahun.

Dilansir dari berbagai sumber, Lev Yashin sudah menyelamatkan 150 tendangan penalti. Ia mencatatkan 270 clean sheet dalam 420 pertandingan. Prestasi lainnya adalah medali emas Olimpiade bersama Uni Soviet pada 1956. Namun, ia sekalipun belum pernah mencicipi ‘beratnya’ Si Kuping Besar.

1. Lev Yashin

Lev Yashin

Di urutan pertama, ada Lev Yashin, satu-satunya kiper yang bisa memenangi Ballon dOr. Kiper berjuluk “Si Laba-laba Hitam” ini meraih Ballon dOr pada 1963.

Lev Yashin menghabiskan seluruh kariernya bersama Dynamo Moscow, selama dua dekade. Untuk menghormati penjaga gawang yang hebat, FIFA mempersembahkan trofi Yashin kepada penjaga gawang dengan performa terbaik sepanjang tahun.

Dilansir dari berbagai sumber, Lev Yashin sudah menyelamatkan 150 tendangan penalti. Ia mencatatkan 270 clean sheet dalam 420 pertandingan. Prestasi lainnya adalah medali emas Olimpiade bersama Uni Soviet pada 1956. Namun, ia sekalipun belum pernah mencicipi ‘beratnya’ Si Kuping Besar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini