MANTAN pelatih Tim Junior Bayern Munich, Lim Teong Kim, mengkritik kebijakan naturalisasi yang dibuat klub-klub Malaysia. Sosok yang pernah mengabdi di tim junior Bayern Munich selama 12 tahun (2000-2012) itu menilai, proyek naturalisasi sama saja membunuh sepakbola Malaysia.
Sekadar diketahui, klub-klub Malaysia diizinkan menaturalisasi pemain asing, asalkan si pesepakbola sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan paspor Negeri Jiran. Salah satu syarat mendapatkan paspor Malaysia adalah, si pemain sudah tinggal di Negeri Jiran selama lima tahun.

(Pahang FC berencana menaturalisasi Sergio Aguero)
Saat ini, salah satu klub Liga Super Malaysia, Pahang FC, berencana menaturalisasi dua pemain mereka, yakni Sergio Aguero (Argentina) dan Lee Tuck (Australia). Pahang FC berencana menaturalisasi dua pemain itu supaya mereka bisa mendatangkan pemain asing tambahan di Liga Super Malaysia -22.
Pola di atas dinilai Lim Teong Kim sama saja menghancurkan sepakbola Malaysia. Sebab, klub-klub tinggal mendatangkan pemain asing, tanpa perlu membentuk akademi sepakbola yang sejatinya dapat menghasilkan pemain-pemain berkualitas.
“Cara seperti ini (naturalisasi pemain) membunuh sepakbola Malaysia. Klub berpikir lebih baik membeli pemain asing dan setelah lima tahun menjadikan mereka sebagai pemain naturalisasi,” kata Lim Teong Kim mengutip dari media Malaysia, Vocket FC.
“Klub tidak perlu susah-susah untuk membuat akademi. Akibatnya, pemain lokal hanya menjadi pemain cadangan atau pemanis bangku cadangan saja. Kalau begini caranya maka selamat tinggal sepakbola Malaysia,” tegas Lim Teong Kim.