"Untuk coach Shin, dia permainan sepakbolanya beda sama pelatih yang dari Eropa. Kalau coach Shin harus nge-press keras dan kita juga harus banyak lari. Kita enggak boleh diam sedikit pun, harus gerak, harus lari. Ini agak bedalah sama pelatih dari Eropa,” ujar Dedik dalam wawancara di Youtube Tiento Indonesia.
Lebih jauh, Dedik pun bercerita soal perjalanan Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong di Piala AFF 2020. Gagal memboyong gelar juara karena kalah dari Thailand di final, striker berusia 27 tahun itu mengakui ketangguhan lawan.

Meski Shin Tae-yong sudah meracik dengan baik Timnas Indonesia, Thailand diakui Dedik masih menjadi tim yang tangguh untuk dihadapi. Sebab, semua pemain sudah memiliki kematangan dalam permainan.
“Lawan terberat (di Piala AFF 2020) Thailand. Soalnya mereka bagus permainan sepakbolanya. Kapan mereka menyerang, kapan bertahan, itu juga bagus. Kita kemarin lebih di bawah dia, Thailand sudah matang-matang semua,” tukas Dedik.
(Djanti Virantika)