Share

Rudy Kangdra Ikut Terseret Kasus Dugaan Penggelapan Dana Hak Siar Liga 1, Exco PSSI Enggan Komentar

Fitradian Dimas Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 11 Desember 2021 20:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 11 49 2515575 rudy-kangdra-ikut-terseret-kasus-dugaan-penggelapan-dana-hak-siar-liga-1-exco-pssi-enggan-komentar-JgNMsx6e5a.jpg PT Liga Indonesia Baru. (Foto: PT LIB)

JAKARTA โ€“ Teka-teki kasus dugaan penggelapan dana hak siar Liga 1 mulai memunculkan nama-nama terbaru. Terakhir Direktur Keuangan PT Liga Indonesia Baru (LIB), Rudy Kangdra ikut terseret dalam masalah itu.

Rudy Kangdra dikabarkan masuk ke dalam investigasi dugaan penggelapan dana hak siar Liga Indonesia periode 2019-2023. Sayangnya terkait masalah itu Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Dirk Soplanit enggan memberikan komentar terhadap anggotanya tersebut.

Selain menjabat sebagai Direktur Keuangan PT LIB, Rudy Kangdra diketahui juga menduduki posisi sebagai deputi bisnis komersial PSSI. Hal tersebut membuatnya menjadi sosok yang paling diperhatikan.

Baca Juga:ย Terkait Kasus Dugaan Penggelapan Dana Hak Siar Liga 1, Bung Towel Minta PT LIB Berani Transparan

Logo PSSI

Apalagi dengan status Rudy Kangdra yang memegang dua jabatan, banyak yang merasa posisinya begitu mencurigakan. Tetapi, Dirk merasa tidak ada yang aneh jabatan ganda Rudy Kangdra.

Pasalnya, tidak ada aturan yang melarang jabatan direktur di dalam PT LIB, dipegang oleh pejabat PSSI. Apalagi PSSI sendiri ytang menunjuk siapa yang memimpin di dalam PT LIB.

โ€œDari sisi aturan, tidak ada pelanggaran di situ. Normal saja,โ€ kata Dirk dalam program Polemik Trijaya, Sabtu (11/12/2021).

Selain itu, pria yang pernah menjadi direktur LIB tersebut mengaku masih belum mau melimpahkan semua ke Rudy Kangdra, sebelum mendapat bukti. Jika sudah terbukti, bari dia siap mengguhat lebih lanjut.

Sejauh ini, digaan Rudy Kangdra terlibat karena hasil investigasi Erwiyantoro, dalam surat tertanggal 18 Februari 2020 yang ditujukan kepada PT LIB tersebut tertulis bahwa GMN sudah membayar nilai kontrak sebesar Rp45 miliar.

Tambahan dalam surat, di bawahnya Untuk Perhatian (UP) Rudy Kangdra. Meksi begitu, Dirk menilai hal tersebut belum tentu benar, sebelum ada kepastian yang valid.

โ€œSaya tidak mau berkomentar lebih jauh soal itu. Prinsipnya bahwa, jabatan itu tidak ada hal yang melarang. Kalau persoalaan ini, saya tak mau singgung lebih tau karena hanya tau dari media sosial,โ€ lanjutnya.

Sampai saat ini kasus dugaan penggelapan dana hak siar Liga 1 terus diusut oleh pihak berwajib.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini