Share

DPR: Usut Tuntas Dugaan Pengaturan Skor di Liga Indonesia

Felldy Utama, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 49 2513079 dpr-usut-tuntas-dugaan-pengaturan-skor-di-liga-indonesia-eqCcF0qIKC.jpg Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, (tengah) beserta jajarannya diminta DPR memberantas kasus dugaan pengaturan skor di Liga Indonesia. (Foto: PSSI)

SERANGKAIAN dugaan pengaturan skor di Liga Indonesia, khususnya di Liga 2 dan Liga 3 beredar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, hingga kini pelaku utamanya tak kunjung tertangkap.

Karena itu, anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa meminta Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk serius dan bertanggung jawab memberantas masalah di atas.

Sebab, PSSI sebagai organisasi yang berwenang memiliki fungsi mengecek jika adanya dugaan tindakan buruk tersebut. Terlebih, PSSI juga memiliki satgas anti mafia bola yang berfungsi mengawasi dan menindak kasus pengaturan skor.

PSSI

(PSSI diminta untuk bertanggung jawab atas serangkaian kasus dugaan pengaturan skor di Indonesia. (Foto: PSSI)

"Tahap pertama tentu, organisasi cabang olahraganya (PSSI) punya tanggung jawab untuk mengecek, melakukan penyelidikan. Penyelidikannya harus benar," katanya di Jakarta pada Selasa (7/12/2021).

Ia juga meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai pemerintah benar-benar serius membenahi berbagai persoalan dan isu yang berpotensi mencoreng nama baik dunia sepakbola Tanah Air. Ledia pun mendukung upaya membawa ke proses hukum jika dalam penyelidikannya benar ditemukan dugaan-dugaan tersebut.

"Kalau yang menjadi domain hukum, itu diserahkan ke proses hukum gitu," ujarnya.

BACA JUGA: Kasus Dugaan Pengaturan Skor, 5 Mantan Pemain Perserang Serang Dijatuhi Hukuman Komdis PSSI

Ledia tak ingin ajang olahraga ini justru dijadikan sebagai sarana perjudian. Menurutnya, hal ini bisa terantisipasi jika semua pihak yang berada di dalam lingkup dunia sepakbola Indonesia ini memiliki komitmen yang sama untuk menjunjung sportivitas.

"Jadi memang PR besar kita masih banyak orang yg mengaitkan kewenangan olahraga itu untuk kepentingan-kepentingan pribadi, itu yang gak boleh sih sebenarnya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman kepada mantan lima pemain Perserang Serang yang terlibat kasus dugaan pengaturan skor. Sebanyak lima eks pemain Perserang Serang yang dimaksud adalah Eka Dwi Susanto, Fandy Edy, Ade Ivan Hafilah, Ivan Juliyandhi dan Aray Suhendri.

Sekadar informasi, kelima pemain ini diduga terlibat pengaturan skor pada laga Perserang Serang vs RANS Cilegon FC di lanjutan Liga 2 2021. Mereka terlibat dalam percobaan suap untuk mengatur skor pada laga RANS Cilegon FC vs Perserang Serang yang dijanjikan seseorang melalui telefon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini