Saling Kerja Sama, PSSI dan Polri Janji Perbaiki Liga Indonesia

Tino Satrio, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 49 2503106 saling-kerja-sama-pssi-dan-polri-janji-perbaiki-liga-indonesia-nkDR7WLSBu.jpg PSSI bekerja sama dengan Polri membuat sepakbola Indonesia lebih baik. (Foto/PSSI)

JAKARTA PSSI dan Polri akan bekerja sama dengan berjanji memperbaiki sepak bola tanah air, khususnya Liga Indonesia (Liga 1, 2, dan 3). Sosialisasi terkait Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PSSI dan Polri Nomor 12/PSSI/VII-2021 dan Nomor PKS/27/VII/2021 Tanggal 21 Juli 2021 tentang Penerbitan Rekomendasi dan/atau Pemberian Izin Bantuan Pengamanan, Penegakan Hukum, Kesehatan dam Hubungan Luar Negeri dalam Kegiataan PSSI.

Ketua Umum (Ketum) PSSI Mochamad Iriwan menyebut sosialisasi kerja sama itu bukan semata-mata karena dirinya mantan seorang polisi. Ia menyebut hal tersebut tak lebih untuk menjauhkan sepak bola di Tanah Air dari hal yang tidak diinginkan.

Foto/PSSI

Pasalnya, baru-baru ini sepakbola Indonesia heboh tentang pengaturan skor. Oleh karena itu, mantan Kapolda Metro Jaya itu ingin membuat sepakbola Indonesia menjadi lebih baik.

Baca juga: Kasus Dugaan Pengaturan Skor, 5 Mantan Pemain Perserang Serang Dijatuhi Hukuman Komdis PSSI

"Ini bukan karena saya mantan polisi. Tetapi, saya ingin mengembalikan sepakbola ke hal-hal yang benar," kata Iriawan dikutip dari laman resmi PSSI, Rabu (17/11/2021).

Lebih lanjut, Iwan Bule -sapaan Mochamad Iriawan—percaya sepakbola Indonesia bisa meningkat ke level yang lebih baik lagi. Mengingat, sudah banyak klub yang mentas di Liga 2 dibeli oleh para publik figur.

Baca juga: Ditanya Target Poin, Pelatih Persib Bandung Singgung Persija Jakarta

"Industri ini bisa berjalan jika ada trust (kepercayaan). Lihat saja sekarang banyak klub Liga 2 yang dibeli oleh pesohor. Ini menandakan adanya kepercayaan," tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Asisten Kapolri Bidang Aperasi (Asops) Irjen Imam Sugianto. Menurutnya, sosialisasi kerja sama ini dibentuk untuk mengawal kompetisi tanah air. Tentunya, ia juga sepakbola Indonesia menjadi bersih dan dipandang positif oleh khalayak.

"Jadi intinya kerja sama ini, salah satunya mengawal kompetisi Liga 1 dan 2 dari awal hingga akhir. Dan yang paling penting di akhir nanti ada penilaian positif dari publik terkait kompetisi ini," kata Imam.

Imam juga meminta jajaranny bisa menjalankan SOP dengan sangat baik. Kemudian, ia juga membenarkan bahwa stgas mafia bole itu masih ada dan masih menjalankan tugasnya.

"Tugas satgas anti mafia bola itu adalah pencegahan. Tugasnya ini di kewilayahan. Tolong dipahami betul oleh seluruh Polda di Tanah Air dan SOP nya ditajamkan. Jangan sampai kemudian di wilayah tidak tahu soal satgas anti mafia bola ini," imbuh Imam.

Foto/Twitter

Kembali ke Iriawan, ia juga menegaskan kepada semua Asprov untuk tak segan melapor jika mendapatkan hal yang mencurigakan. Tak hanya itu, ia juga meminta Asprov bisa lebih aktif.

"Sampaikan jika ada keluhan atau kendala kepada kepolisian setempat. Jadi kemudian jika ada masalah, jangan menyalahkan polisi. Tugas polisi yang utama adalah kamtibmas. Itu sebabnya sekali lagi Asprov harus aktif," tutup Iriawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini