Share

5 Pemain Sepak Bola Top Dunia yang Kapok Main di Indonesia, Nomor 1 Penyerang Timnas Inggris

Ramdani Bur, Jurnalis · Rabu 03 November 2021 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 03 49 2496187 5-pemain-sepak-bola-top-dunia-yang-kapok-main-di-indonesia-nomor-1-penyerang-timnas-inggris-kZp1KJP8uy.jpg Berikut 5 pesepak bola top dunia yang kapok main di Indonesia. Dalam foto ini Carlton Cole sedang membela Timnas Inggris. (Foto: Instagram/@iamcarltoncole12.)

SEJUMLAH pemain sepak bola top dunia yang kapok main di Indonesia akan dibahas dalam artikel ini. Berbagai alasan melatarbelakangi kenapa si pemain kapok merumput di Tanah Air.

Entah karena kompetisinya, atau kondisi di internal tim yang membuat mereka enggan lagi melanjutkan karier di Indonesia. Lantas, siapa saja pemain sepak bola top dunia yang kapok main di Indonesia?

Berikut 5 pemain sepak bola top dunia yang kapok main di Indonesia:

5. Peter Odemwingie (Madura United)

Peter Odemwingie

Peter Odemwingie merupakan pemain yang pernah malang melintang di persepakbolaan Inggris. Ia sempat merumput bersama West Browmich Albion dan Stoke City. Sebelumnya, Odemwingie juga pernah bermain di Lokomotiv Moskow dan Lille.

Kemudian pada 2017 atau di usia 35 tahun, Odemwingie memilih gabung Madura United. Kala itu, penyerang berdarah Nigeria ini turun dalam 22 pertandingan Liga 1 2017 dan mengoleksi 15 gol.

Kelar Liga 1 2017, Odemwingie meninggalkan Madura United. Ditengarai, Odemwingie pergi karena kesal dengan kerasnya pertandingan di Indonesia. Bahkan bek Bhayangkara FC, Indra Kahfi, sampai meminta maaf karena pernah melanggar Odemwingie dengan keras.

"Saya pribadi ingin meminta maaf kepada Peter Odemwingie atas apa yang terjadi di game terakhir. Jujur saja saya tidak pernah berniat melukai siapapun di lapangan. Saya sangat berharap anda baik-baik saja. Terima kasih telah bermain di sini di Indonesia. Saya harap Anda sukses besar di masa depan," tulis Indra Kahfi di akun Instagram-nya.

4. Boubacar Sanogo (Madura United)

Boubacar Sanogo

Boubacar Sanogo pernah merumput Hamburg SV (2006-2007) dan Werder Bremen (2007-2009). Selain itu, pemegang 21 caps bersama Timnas Pantai Gading ini juga tiga tahun (2009-2012) membela klub asal Prancis, Saint-Etienne.

Kemudian pada Liga 2017, Sanogo gabung Madura United. Namun, penyerang yang kini berusia 38 tahun dipecat Madura United ketika baru tiga bulan merumput di sana. Karena itu, Sanogo pun kapok bermain di Indonesia.

“Saya tidak suka di sana (Indonesia). Strukturnya sangat memprihatinkan. Kami bahkan tidak memiliki ruang ganti dan shower di tempat latihan,” kata Sanogo kepada T-Online.

3. Kevin van Kippersluis (Persib Bandung)

Kevin Van Kipper

(Kevin van Kippersluis (kiri) bersama Nick Kuipers)

Kevin van Kippersluis merupakan bomber klub kasta kedua Liga Belanda, SC Cambuur, ketika diboyong Persib Bandung di paruh kedua Liga 1 2018. Namun, keputusan salah diambil Kevin van Kippersluis.

Penyerang yang kini berusia 28 tahun gagal beradaptasi bersama Persib Bandung. Selama paruh kedua Liga 1 2018, Kevin van Kippersluis hanya mengemas dua gol dari 15 pertandingan. Alhasil, kontrak Kevin van Kippersluis tak diperpanjang.

Kelar dari Persib Bandung, performa Kevin van Kippersluis tak kunjung kembali. Kini ia hanya membela klub kasta ketiga Liga Belanda, Quick Boys. Karena itu, Kevin van Kippersluis menyesal gabung Persib Bandung di usia produktif.

“Saya pergi ke Indonesia terlalu cepat. Jika saya sudah di pengujung karier, mungkin ceritanya akan berbeda," kata Kevin van Kippersluis saat diwawancara, Voetbal International.

"Saya merindukan sepakbola Belanda. Kehidupan saya bagus di Indonesia, tapi tidak dalam urusan sepakbola. Di Belanda permainan lebih ke arah taktikal, di Indonesia tidak," lanjut Kevin van Kippersluis.

2. Sylvano Comvalius (Bali United)

Sylvano Comvalius

Sylvano Comvalius berstatus sebagai top skor Liga 1 2017 dengan koleksi 37 gol. Namun, penyerang asal Belanda itu justru marah dan kapok berkarier di Indonesia. Penyebabnya karena ia merasa sang klub, Bali United, merasa dirugikan penyelenggara kompetisi.

Saat itu, Bali United sudah di ambang menjadi juara Liga 1 2017. Namun, pesaing Bali United dalam perebutan gelar juara saat itu, Bhayangkara FC, ketiban durian runtuh. Laga kontra Mitra Kukar yang awalnya berakhir 1-1, berubah 3-0 untuk kemenangan The Guardian –julukan Bhayangkara FC.

Penyebabnya karena Mitra Kukar memainkan Mohamed Sissoko yang sebenarnya masih menjalani sanksi kartu. Alhasil di akhir kompetisi, poin Bhayangkara FC dan Bali United sama kuat. Namun, karena kalah head-to-head, Bali United harus rela melihat Bhayangkara FC juara Liga 1 2017.

“Jadi, selamat datang di sirkus. Siapa yang ingin melihat keajaiban? Apapun yang terjadi, kita harus bangga pada musim ini. Bersama-sama kita melakukan pekerjaan yang menakjubkan. Mari berharap dan berdoa untuk akhir yang baik," tulis Comvalius di media sosial Instagram-nya saat itu.

1. Carlton Cole (Persib Bandung)

Carlton Cole

Carllton Cole gabung Persib Bandung untuk mengarungi Liga 1 2017. Namun, pemegang tujuh caps bersama Timnas Inggris ini gagal beradaptasi dengan atmosfer sepakbola Indonesia.

Alhasil, Carlton Cole hanya turun dalam lima pertandingan Liga 1 2017 hingga akhirnya dicoret. Carlton Cole pun menjadikan manajer Persib Bandung saat itu, Umuh Muchtar, sebagai kambing hitam. Ia menyebut Umuh sejak awal tak pernah membantunya.

“Saya belum pernah menyebut nama pria ini (Umuh) dengan cara yang buruk. Ia tidak pernah mendukung saya sejak saya tiba di Persib. Saya belum diperlakukan dengan adil, tetapi saya tutup mulut dan bekerja keras serta menjaga semuanya tetap profesional,” tulis Carlton Cole di akun Instagram-nya medio Agustus 2017.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini