5 Juara Liga Inggris dengan Poin Terendah, Nomor 1 Hanya 75 Angka

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 12 Oktober 2021 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 45 2484530 5-juara-liga-inggris-dengan-poin-terendah-nomor-1-hanya-75-angka-iyCAhNX8Fk.jpg Manchester United juara Liga Inggris 1996-1997. (Foto/Premier League)

LIMA juara Liga Inggris dalam daftar ini meraih mahkota dengan poin terendah. Manchester United sangat mendominasi saat masih diasuh pelatih legendaris mereka, Sir Alex Ferguson.

Liga Inggris sudah memiliki persaingan yang sengit. Pemenang kerap kali ditentukan pada pertandingan terakhir. Tetapi ada juga pemenang sudah lebih dulu diketahui karena selisih poin yang jauh.

Pada musim 2003-2004, Arsenal sangat berjaya. Dilatih, Arsene Wenger, The Gunner menjadi satu-satunya timnya yang hingga saat ini meraih gelar juara Liga Inggris tanpa menelan kekalahan.

Namun, ada juga musim Liga Inggris ketika pertarungan jauh lebih ketat dan sang juara sendiri mengalami perjalanan naik turun. Dengan catatan itu, berikut juara Liga Inggris dengan poin terendah menyadur Sportskeeda.

5. Manchester United - 80 poin (2010-2011)

Dengan tiga hari pertandingan tersisa, Manchester United duduk di puncak dengan 73 poin, diikuti oleh Chelsea di urutan kedua dengan 70 poin.

Foto/Premier League

Pada Matchday 36, dua tim teratas saling berhadapan di Old Trafford dan Setan Merah menang 2-1. Dua pertandingan tersisa adalah hasil imbang dan kemenangan bagi United masing-masing melawan Blackburn Rovers dan Blackpool.

Baca juga: 5 Pemain yang Tak Seharusnya Dijual Man United, Nomor 2 Juara Liga Champions 3 Kali Bareng Barcelona

Setan Merah dikapteni oleh Gary Neville pada saat itu. Mereka kalah empat kali dan imbang 11 kali, mencetak total 78 gol dan kebobolan 37.

Sementara Dimitar Berbatov berbagi Sepatu Emas dengan penyerang Manchester City Carlos Tevez. Keduanya mencetak dengan 20 gol untuk musim itu.

4. Manchester United - 80 poin (2000-2001)

Gelar Liga Inggris era Premier pertama abad ke-21 dikantongi oleh Manchester United. Dengan lima pertandingan tersisa, Man United telah mengumpulkan 76 poin. Tim terbaik berikutnya, Arsenal hanya meraih 60.

Baca juga: 5 Calon Pelatih Pengganti Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United, Nomor 1 Mengejutkan

Roy Keane menjadi kapten Manchester United, saat mereka memenangkan 24 pertandingan dan hanya kalah enam kali. Teddy Shiringham mencetak 15 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak Liga Premier musim itu.

Satu-satunya pemain lain yang mencapai angka ganda dalam gol untuk United musim itu adalah manajer Man United saat ini, Ole Gunnar Solskjaer.

3 Manchester United - 79 poin (1998-1999)

Itu pasti pengalaman yang sangat buruk bagi Arsenal di Liga Premier. Baik Manchester United dan Arsenal sama-sama mengumpulkan 72 poin dengan tiga pertandingan tersisa di musim 1998-1999.

Sedangkan Chelsea memiliki peluang dan berada di tempat ketiga dengan 68 poin. Namun, Arsenal kehilangan gelar di Elland Road saat melawan Leeds United.

Foto/Premier League

Pertandingan kedua terakhir, Manchester United mengunjungi Blackburn Rovers dan Leeds menjamu Arsenal. Setan Merah dan The Gunners sama-sama mengumpulkan 75 poin dengan dua pertandingan tersisa.

Man United dan Blackburn bermain imbang tanpa gol dan entah bagaimana Arsenal bisa gagal mengalahkan Leeds. Kekalahan itu membuat Arsenal kehilangan gelar Liga Inggris.

Sementara Setan Merah, striker Trinidad dan Tobago, Dwight Yorke menjadi pemain yang menonjol bersama Andy Cole, karena keduanya masing-masing mencetak 18 dan 17 gol.

2. Arsenal - 78 poin (1997-1998)

Ini adalah musim pertama Arsene Wenger di Arsenal. Media Inggris yang mengejeknya dengan berseru 'Arsene Who?!' diberikan balasan yang sesuai oleh orang Prancis itu dengan mendedikasikan hidupnya untuk Arsenal selama 20 tahun ke depan.

Foto/Arsenal

Arsenal menyelesaikan gelar ganda domestik dengan memenangkan Liga Premier dan Piala FA, suatu prestasi yang sebelumnya mereka dapatkan pada 1970-1971.

Rekrutmen Wenger yang berkelas dan cerdas terlihat sejak saat pertama saat ia membawa pemain seperti Marc Overmars dan Emmanuel Petit.

Arsenal dan Manchester United memenangkan 23 pertandingan, tetapi The Gunners kalah enam kali dan Setan Merah tujuh kali pada musim itu. Pendekatan Wenger cukup solid karena dia tidak fokus hanya pada satu aspek permainan saat memperkuat skuadnya. Arsenal mencetak 68 gol dan kebobolan 33 gol.

1. Manchester United - 75 poin (1996-1997)

Pada musim 1996-1997, Man United memenangkan gelar juara Liga Inggris dengan penghitungan poin terendah yang pernah diraih klub Liga Premier mana pun.

Hasinya memang buru. Akan tetapi, raihan mereka masih jauh lebih baik daripada siapa pun di Liga Premier. Newcastle United, Arsenal dan Liverpool finis kedua, ketiga dan keempat masing-masing dengan 68 poin. Sementara sang juara duduk jauh di atas mereka dengan 75 poin.

Foto/Man United

Pertahanan Man United amburadul di musim ini dengan kebobolan 44 gol. Namun, urusan mencetak gol mereka juga apik dengan mencetak 76 gol.

Ban kapten dipakai oleh legenda United Eric Cantona, yang memainkan musim terakhirnya untuk klub. Memberikan 12 assist, menjadi asistensi terbanyak pada Liga Inggris 1996-1997.

Ini adalah musim debut Ole Gunnar Solskjaer saat ia menjawab harapan para pendukung United dengan menjadi pencetak gol terbanyak mereka dengan 18 gol di Liga Premier.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini