“Ini adalah apa adanya. Kami terlibat, dan kami ada di dalamnya, dan kami berkomitmen untuk itu. Seperti yang saya katakan pada pertandingan pertama yang kami mainkan di babak playoff di Portugal, kami berkomitmen untuk itu. Semua pertandingan penting bagi kami,” ucap Nuno, dikutip laman Tothelaneandback, Jumat (1/10/2021).
Keseriusan ini merupakan ambisi Nuno untuk membuat penggemar mereka melepas dahaga setelah sekian lama tidak mengangkat trofi. Terakhir kali, Tottenham Hotspur juara yakni pada 2008 saat mengalahkan Chelsea di Piala EFL.

Kemenangan ini pun menjadi momentum Tottenham untuk tampil apik di liga yang saingannya tidak seberat di domestik ini. Satu trofi akan sangat membantu meyakinkan para penggemar bahwa Nuno adalah orang yang tepat untuk pekerjaannya saat ini.
Kemenangan ini pun bisa jadi momentum saat pertandingan melawan Aston Villa di liga domestik pada akhir pekan nanti. Kita bisa saksikan apakah Tottenham kembali dapat bersaing di papan atas, atau justru terus terpuruk di bawah?
(Djanti Virantika)