Profil Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia

Andika Pratama, Jurnalis · Senin 27 September 2021 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 49 2477743 profil-persatuan-sepak-bola-seluruh-indonesia-KjojcIKVYr.jpg Ini profil Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Foto: Istimewa)

PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) adalah induk sepak bola Tanah Air. Anda sering mendengar nama organisasi ini, tapi apakah Anda benar-benar mengenalnya?

Melansir dari laman resmi PSSI, Senin (27/9/2021), organisasi ini digagas oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo pada 19 April 1930 silam di Yogyakarta. Sang penggagas PSSI, Soeratin, adalah seseorang yang lebih identik dengan bidang teknik. Soeratin pada 1927 lulus dari Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman.

PSSI

Selang setahun kemudian, Soeratin kembali ke Tanah Air. Di Indonesia, Soeratin bekerja pada perusahaan bangunan Belanda, Sizten en Lausada, yang berkantor pusat di Yogyakarta. Soeratin memang identik dengan bidang teknik, tetapi dia juga gemar sepak bola.

Soeratin berpikir, bahwa sepakbola dapat menjadi wadah untuk memunculkan semangat nasionalisme pada para pemuda Indonesia. Soeratin menilai sepakbola bisa mengimplementasi dari butir-butir Sumpah Pemuda (1928) sekaligus menjadi alat melawan penjaahan pada masa itu.

Soeratin beberapa kali mengadakan pertemuan dengan para tokoh dari bond –perkumpulan– sepak bola nasional waktu itu di Solo, Yogyakarta, dan Bandung. Pertemuan itu dilakukan secara diam-diam agar tidak dicurigai sebagai gerakan politik oleh polisi Belanda. Selain itu, Soeratin juga berdiskusi dengan beberapa sosok pergerakan nasional seperti, Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A. Hamid, dan Soekarno (Bung Karno) untuk mematangkan ide mendirikan PSSI.

BACA JUGA: Dikritik Pelatih PSM Makassar soal Metode Latihan, Begini Respons Shin Tae-yong

Pada 19 April 1930, diadakan kongres yang dihadiri Sjamsoedin wakil dari VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta), Gatot wakil dari BIVB (Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond), Daslam Hadiwasito, A. Hamid, dan M. Amir Notopratomo wakil dari PSM (Persatuan sepak bola Mataram Yogyakarta), Soekarno wakil dari VVB (Vortenlandsche Voetbal Bond Solo), Kartodarmoedjo wakil dari MVB (Madioensche Voetbal Bond), E.A. Mangindaan wakil dari IVBM (Indonesische Voetbal Bond Magelang) dan Pamoedji wakil dari SIVB (Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond). Kongres itu berbuah pendirian PSSI dengan Soeratin terpilih sebagai ketua umum.

Pada waktu itu, PSSI masih diberi nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. Sebab, tiga tahun sebelum PSSI berdiri, Belanda telah memiliki Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) yang merupakan organisasi sepakbola Hindia Belanda. Agar tidak disangkan menyaingi NIVB maka kata sepak bola tidak disematkan pada nama pertama PSSI. NIVB kemudian berganti nama Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) pada 1929.

Selain keberadaan PSSI dan NIVU, pada medio 1930-an ada juga organisasi sepakbola Tionghoa yang diberi nama Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB). Ketika itu, sepakbola di Tanah Air mulai menggeliat dengan adanya tiga organisasi sepakbola besar berdasarkan suku bangsa tersebut.

Pada 1938, Indonesia lolos ke Piala Dunia dan itu menciptakan ketegangan antara NIVU dengan PSSI. Soeratin mau pemain di bawah naungan PSSI yang dikirim ke Piala Dunia 1938, tetapi itu tidak terwujud. Para pemain yang dikirim ke Piala Dunia 1938, ada di bawah naungan NIVU yang diakui FIFA. Indonesia pun jadi negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia pada 1938, tetapi dengan nama Hindia Belanda.

Timnas Indonesia (Foto: PSSI)

Saat Jepang masuk menggantikan Belanda untuk menjajah Indonesia pada 1942, sepakbola Tanah Air mengalami mati suri. Setiap organisasi sepakbola masuk ke Tai Iku Koi bentukan Jepang yang lebih berfokus pada senam. Setelah Indonesia merdeka pada 1945, sepakbola perlahan-lahan mulai bergeliat lagi.

PSSI bergabung ke FIFA (Federasi Sepakbola Dunia) pada 1952 dan dua tahun setelahnya menjadi anggota AFC (Federasi Sepakbola Asia). Sejauh ini berkat bantuan dari PSSI, sejumlah pencapaian dicetak prestasi Tim Nasional (Timnas) Indonesia di segala kelompok umur.

Tercatat, Timnas Indonesia pernah dua kali merebut medali emas SEA Games (1987 dan 1991), meraih medali perunggu Asian Games 1958 Jepang, dan tercatat empat kali menembus putaran final Piala Asia. Tentu yang paling istimewa adalah keberhasilan lolos ke perempatfinal Olimpiade Melbourne 1956. Bahkan, saat di fase grup, Maelwi Saelan dan kawan-kawan menahan raksasa sepakbola dunia waktu itu, Uni Soviet, dengan skor 0-0. Sementara di level junior, Tim Nasional Indonesia pernah menjadi yang terbaik di Piala AFF U-19 (2013) dan U-16 (2018).

Ketum PSSI Mochamad Iriawan (Foto: PSSI)

Hingga berumur 91 tahun, PSSI melalui banyak hal bersama pemimpinnya pada masanya masing-masing. Bagi Anda yang belum tahu, inilah daftar Ketua Umum (Ketum) PSSI dari masa ke masa, melansir dari PSSI:

- Soeratin Sosrosoegondo 1930 - 1940

- Artono Martosoewignyo 1941 - 1949

- Maladi 1950 - 1959

- Abdul Wahab Djojohadikoesoemo 1960 - 1964

- Maulwi Saelan 1964 - 1967

- Kosasih Poerwanegara 1967 - 1974

- Bardosono 1975 - 1977

- Ali Sadikin 1977 - 1981

- Sjarnoebi Said 1982 - 1983

- Kardono 1983 - 1991

- Azwar Anas 1991 - 1999

- Agum Gumelar 1999 - 2003

- Nurdin Halid 2003 - 2011

- Djohar Arifin Husin 2011 - 2015

- La Nyalla Mattalitti 2015 - 2016

- Edy Rahmayadi 2016 - Januari 2019

- Joko Driyono Januari - Maret 2019

- Iwan Budianto Maret - November 2019

- Mochamad Iriawan November 2019 - Sekarang

Selain Ketum yang berganti, tugas dan kegiatan PSSI pun makin berkembang seiring bertambahnya umur organisasi ini. Mengutip dari Bab I Pasal 4 Statuta PSSI 2019, inilah tugas dan kegiatan PSSI sekarang:

Ketum PSSI Mochamad Iriawan (Foto: PSSI)

Tugas

- Mengembangkan dan memajukan sepak bola secara konsisten dan berkelanjutan serta melakukan pengaturan dan pengawasan kompetisi sepak bola di Indonesia dengan semangat sportifitas, fair play, persatuan dan kesatuan serta nilai kemanusiaan.

- Menyelenggarakan, mengatur, mengurus dan mengkoordinasikan seluruh kompetisi sepak bola, termasuk tetapi tidak terbatas pada sepak bola profesional, amatir, kelompok usia, sepak bola wanita, kejuaraan futsal, dan sepak bola pantai di seluruh Indonesia.

- Menyusun Statuta PSSI, Kode Disiplin, Kode Etik, Regulasi, Ketentuan dan Instruksi atau Edaran serta memastikan penegakkannya.

- Melindungi kepentingan Anggota PSSI dan memastikan seluruh Anggota PSSI menghormati, mematuhi dan tidak melakukan pelanggaran terhadap Statuta PSSI, Kode Disiplin, Kode Etik, Regulasi, Ketentuan dan Instruksi atau Edaran yang dikeluarkan oleh PSSI serta seluruh ketentuan dan Peraturan yang dikeluarkan oleh FIFA, AFC dan AFF, termasuk Laws of The Game dari IFAB.

- Mendukung dan memajukan integritas, etika dan fair play untuk mencegah setiap metode atau praktek korupsi, penyuapan, penyalahgunaan obat-obatan dan manipulasi pertandingan yang dapat membahayakan dan merusak pertandingan, kompetisi, Pemain, Ofisial dan Anggota PSSI atau menimbulkan penyalahgunaan dalam sepak bola, futsal, dan sepak bola pantai.

- Memperkuat prinsip dan praktik tata kelola yang baik pada tingkat Nasional dan mendukung Anggota PSSI untuk menggunakan prinsip dan praktik tersebut.

- Melakukan pengawasan terhadap seluruh pertandingan persahabatan yang ada di wilayah Indonesia.

- Memajukan pengembangan sepak bola wanita dan mendorong keikutsertaan wanita dalam setiap tingkatan dan pengelolaan sepak bola.

- Mengelola hubungan dengan Organisasi Sepak Bola Internasional dalam berbagai bentuk.

- Menyelenggarakan kompetisi sepak bola dalam tingkat Nasional dan Internasional.

Kegiatan

- Mengatur, mengurus dan mengkoordinasikan seluruh kompetisi dan turnamen sepak bola yang diselenggarakan di Indonesia, baik pada tingkat Nasional maupun dalam bentuk pertandingan lainnya.

- Menjaga dan memastikan Laws of The Game dari IFAB diterapkan dan dilaksanakan dalam seluruh kompetisi dan turnamen sepak bola yang diselenggarakan di Indonesia.

- Membentuk Tim Nasional yang berkualitas dan berprestasi baik pada pertandingan regional maupun Internasional.

- Mengembangkan ide, gagasan dan konsep sepak bola yang maju, modern dan profesional serta melakukan pencegahan terhadap setiap prilaku yang berpotensi dapat mengurangi atau merusak nilai sportivitas dan fair play.

- Melakukan segala upaya untuk menentang dan melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang dalam persepakbolaan di Indonesia.

- Mencari sumber pendanaan yang sah untuk menunjang dan memastikan program kerja dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan serta melindungi seluruh hak komersial, hak intelektual dan aset-aset milik PSSI.

Timnas Indonesia (Foto: PSSI)

Segala tugas dan kegiatan PSSI merupakan usaha agar sepakbola Indonesia maju dan Timnas Indonesia berprestasi di ajang internasional. Agar prestasi Timnas Indonesia meningkat butuh kompetisi sebagai tempat mengolah talenta-talenta sepakbola Tanah Air. Mengutip dari Bab XII Pasal 80 Statuta PSSI 2019, berikut daftar kompetisi yang ada di bawah naungan PSSI:

- Kompetisi Profesional;

- Kompetisi Amatir;

- Kompetisi Berdasarkan Kelompok Usia;

- Kejuaraan Sepak Bola Wanita;

- Kejuaraan Futsal.

Sekarang, PSSI menangani banyak hal tentang sepakbola Indonesia. Dengan bertambahnya ruang lingkup pekerjaan PSSI, organisasi ini pun makin besar. Lalu, tahukah Anda siapa saja orang-orang di balik PSSI saat ini. Melansir dari laman resmi PSSI, inilah orang-orang di balik kepengurusan PSSI periode sekarang:

Ketua Umum: Mochamad Iriawan

Wakil Ketua Umum I: Iwan Budianto

Wakil Ketua Umum II: Cucu Soemantri

Sekretaris Jenderal: Yunus Nusi

Wakil Sekretaris Jenderal: Maaike Ira Puspita

Anggota Eksekutif Komite:

- Yoyok Sukawi

- Dirk Soplanit

- Endri Erawan

- Haruna Soemitro

- Hasnuryadi Sulaiman

- Juni Rahman

- Pieter Tanuri

- Sonhadji

- Ahmad Riyadh

- Hasani Abdul Gani

- Yunus Nusi

- Vivin Cahyani

Banyak pihak, terutama pencinta sepak bola Indonesia, berharap sepak bola Tanah Air makin maju pada era kepengurusan PSSI saat ini. Tidak mudah untuk melakukannya di tengah pandemi Covid-19, tetapi PSSI diharapkan bisa membawa sepak bola Indonesia ke masa depan yang lebih baik.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini