PARIS – Presiden La Liga, Javier Tebas menyebut Paris Saint-Germain (PSG) sebagai klub yang dihuni pemain veteran alias sudah uzur. Mendapat pernyataan tersebut, Liga Profesional Prancis (LFP) mengecam Javier Tebas.
Tebas berkomentar seperti itu setelah legenda Real Madrid, Sergio Ramos dan megabintang Barcelona, Lionel Messi bergabung ke Paris Saint-Germain. Tentu saja, komentar tersebut membuat pihak LFP geram. LFP sendiri merupakan badan yang mengelola liga utama di Prancis.

Atas komentar tersebut, LFP memberikan pernyataan sikapnya. Menurutnya komentar Tebas sangat tidak layak bagi institusi yang diwaklinya dan komentar tersebut sudah keterlaluan.
Baca juga: 4 Alasan Lionel Messi Akan Miliki Musim 2021-2022 yang Lebih Baik ketimbang Cristiano Ronaldo
"LFP ingin menanggapi dengan tegas pernyataan Tuan Javier Tebas tentang Paris Saint-Germain dan situasi Ligue 1 pada umumnya. Komentar yang dibuat oleh Presiden La Liga sangat tidak layak untuk institusi yang diwakilinya. LFP meminta Tuan Javier Tebas untuk memperhatikan pernyataannya yang keterlaluan,” tegas LFP dilansir dari Goal Internasional, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Debut Lionel Messi di PSG Pecahkan Rekor Penonton di Prancis dan Spanyol
"LFP ingin menanggapi dengan tegas pernyataan Tuan Javier Tebas tentang Paris Saint-Germain dan situasi Ligue 1 pada umumnya. Komentar yang dibuat oleh Presiden La Liga sangat tidak layak untuk institusi yang diwakilinya. LFP meminta Tuan Javier Tebas untuk memperhatikan pernyataannya yang keterlaluan,” tegas LFP dilansir dari Goal Internasional, Kamis (9/9/2021).
“LFP dan La Liga jelas tidak memiliki pendekatan yang sama tentang apa yang seharusnya menjadi hubungan antar liga. Liga Sepak Bola Profesional tidak ingin menjadi kambing hitam yang dilambaikan oleh Pak Tebas untuk menyembunyikan masalah internal yang saat ini dialami. oleh sepak bola profesional Spanyol,”
"Namun, kami ingin mengingatkan bahwa sumbangan finansial yang telah dinikmati klub-klub Spanyol selama beberapa musim dan sumber masalah saat ini bukanlah tanggung jawab LFP atau Paris Saint-Germain.”
"LFP menyarankan Tuan Javier Tebas untuk kembali menahan diri. Setiap liga profesional sekarang harus bekerja untuk pengembangan kejuaraannya dan untuk kebaikan bersama sepak bola profesional Eropa, yang harus bertindak sebagai satu kesatuan untuk bangkit dari pandemi yang sangat berdampak pada finansial,”

“Liga-liga Eropa seharusnya bersatu menghadapi ancaman masa depan terkait kalender internasional. Inilah makna kerja para pemimpin sepak bola Prancis melalui aksinya masing-masing di badan sepak bola internasional (UEFA, ECA, World Leagues Forum, European Leagues),"
Perlu diketahui, Ini bukanlah kali pertama Tebas menyerang PSG. Sebelumnya, dia juga mengatakan bahwa PSG dan Manchester City sebagai klub doping. Karena seperti kita tahu, kedua klub tersebut mendapat suntikan dana dari investor asing untuk bisa membeli para pemain bintang.
(Rachmat Fahzry)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.