3. Yaya Toure – Josep Guardiola (Barcelona & Manchester City)

Hubungan Yaya Toure dan Josep Guardiola telah memanas sejak keduanya masih di Barcelona. Saat itu, sang pelatih lebih memilih Sergio Busquets untuk mengisi pos gelandang bertahan. Bahkan, pria asal Pantai Gading itu sempat dimainkan sebagai seorang bek sebelum akhirnya diizinkan pergi pada musim panas 2010 ke Manchester City.
Setelah itu, Toure menggila di Liga Inggris bersama Man City dan menjadi legenda di sana. Dia membuktikan kepada Guardiola dengan menjadi salah satu gelandang terbaik di Eropa.
Akan tetapi, kesialan kembali menimpa Toure. Pada 2016, Man City menunjuk Guardiola untuk menjadi pelatih. Alhasil, sang legenda Manchester biru pun tak didaftarkan dalam skuad Liga Champions pada musim yang sama.
Sontak hal tersebut membuat Toure kesal sampai agennya, Dimitri Seluk, turut berkomentar dalam keputusan kontroversial Guardiola itu. Seluk mengatakan akan memuji Guardiola sebagai pelatih terbaik di dunia jika Man City bisa menjadi juara Liga Champions pada musim itu. Menurutnya, Guardiola telah memalukan nama Toure dengan tidak mendaftarkannya di Liga Champions.
Setelah itu, Guardiola pun geram dan mengatakan kepada Toure bahwa dia tidak akan bermain lagi jika sang agen tidak minta maaf. Lalu, Toure pun minta maaf dan pergi dari Man City pada 2017.
Sampai sekarang hubungan keduanya belum membaik. Bahkan Toure juga sempat menyindir Guardiola soal perilakunya kepada pemain asal Afrika.
2. Angel Di Maria – Louis van Gaal (Manchester United)

Ketika Manchester United mengontrak Angel Di Maria pada musim panas 2014, dia adalah salah satu pemain sayap terbaik di planet ini. Pemain Argentina itu baru saja memainkan peran yang luar biasa dalam kemenangan Real Madrid di Liga Champions.
Di Maria memulai kariernya di Man United dengan baik. Kualitas individunya benar-benar memanjakan mata para penggemar Setan Merah –julukan Man United. Tapi, Louis van Gaal tidak tahu bagaimana menggunakan pemain seperti Di Maria. Bagi Van Gaal, semuanya tentang penguasaan bola atau passing menyamping dan ke belakang yang membuat pertandingan sangat membosankan untuk ditonton.
Alhasil, Di Maria pun kesal kepada pelatih asal Belanda tersebut. Menurutnya, Van Gaal tidak pernah memberikan pujian pada penampilannya, bahkan ketika dia mencetak gol atau assist.
Kelakuan Van Gaal pun akhirnya membuat Di Maria tidak betah dan hanya bertahan satu musim di Old Trafford. Setelah itu, dia bergabung dengan raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG).