5 Pemain yang Menyesal Gagal Berseragam Manchester United, Nomor 1 Peraih Trofi Ballon dOr

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Senin 06 September 2021 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 45 2466939 5-pemain-yang-menyesal-gagal-berseragam-manchester-united-nomor-1-peraih-trofi-ballon-dor-vGgWqot0Wg.jpg Sejumlah pemain menyesal gagal berseragam Manchester United. (Foto: REUTERS/Carl Recine)

SEJUMLAH pemain menyesal gagal berseragam Manchester United. Kesempatan gabung Manchester United gagal terealisasi karena sejumlah alasan.

Salah satu alasannya karena pemain-pemain yang akan dibahas di bawah ini ditahan sang klub. Lantas, siapa saja pemain yang dimaksud?

Berikut 5 pemain yang menyesal gagal berseragam Manchester United:

5. Juan Roman Riquelme

Juan Roman Riquelme

Juan Roman Riquelme tampil apik Bersama Villarreal. Ia pun membawa The Yellow Submarines -julukan Villarreal– lolos ke semifinal Liga Champions 2005-2006. Pencapaian itu membuat Riquelme diburu Manchester United pada musim panas 2006, namun ia menolak tawaran tersebut. Sayangnya, setelah itu Riquelme menyesal menolak tawaran Manchester United.

“Satu-satunya hal yang saya sesali dalam karier saya adalah keputusan yang saya ambil, ketika di hotel di Inggris sebelum semifinal (Liga Champions) dengan Arsenal, ketika Manchester United datang untuk membeli saya dan saya mengatakan tidak. Saya bertahan di Villarreal, karena saya merasa sangat nyaman dengan rekan-rekan satu tim saya,” ungkap Riquelme.

4. Emmanuel Petit

Emmanuel Petit

Petit merupakan pesepakbola legenda Arsenal dan Timnas Prancis. Gelandang yang identik dengan rambut poninya ini sempat membawa Prancis juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Tampil apik Bersama Prancis dan Arsenal membuat Petit sempat diincar Manchester United.

“Saya bisa saja bermain untuk Manchester United. Saya sungguh menyesal tidak melakukan itu sekarang. Saya bisa bermain dengan (Ryan) Giggs, (Paul) Scholes, dan yang lainnya. Beberapa pemain luar biasa,” ucap Petit.

3. Oliver Kahn

Oliver Kahn

Kepergian Peter Schmeichel pada musim panas 1999, membuat pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, memburu kiper jempolan. Oliver Kahn yang saat itu berseragam Bayern Munich masuk radar. Namun, Kahn menolak dan akhirnya Manchester United menjatuhkan pilihan kepada Fabien Barthez.

“Alex Ferguson masih tertarik dengan saya. Dia yakin saya akan bergabung dengan Manchester United pada 2003 atau 2004, namun membangun era bersama The Bavarian lebih penting bagi saya. Menoleh ke belakang, saya percaya bahwa saya seharusnya melakukannya pada saat itu. Itu akan menjadi tantangan besar terakhir bagi saya," ucap Kahn.

2. Eidur Gudjohnsen

Eidur Gudjohnsen

Legenda sepakbola Islandia, Eidur Gudjohnsen, sepanjang kariernya sebagai pesepakbola telah menolak dua kali tawaran yang diberikan Manchester United. Gudjohnsen pun mengaku menyesalinya, karena ia merasa menyia-nyiakan kesempatan untuk memperoleh sebuah pengalaman baru, utamanya merasakan dilatih oleh Sir Alex Ferguson.

“Ada penyesalan karena tidak pernah bermain untuk Manchester United, atau saya harus mengatakan penyesalan tidak pernah bermain di bawah Alex Ferguson, lebih dari United sebagai klub. Ada dua kesempatan di mana itu merupakan hal nyata,” ujar Gudjohnsen.

1. Pavel Nedved

Pavel Nedved

Pavel Nedved merupakan legenda sepakbola Republik Ceko. Tumbuh bersama Lazio dan gemilang di Juventus membuat Nedved sukses meraih trofi Ballon d’Or 2003. Akan tetapi, Nedved memiliki sebuah penyesalan karena dirinya tak pernah bermain untuk Manchester United. Ia mengungkapkan kalau tak pernah ada tawaran konkret dari Man United untuk dirinya.

“Sebuah penyesalan? Bahwa saya tidak pernah bermain untuk Manchester United. Saya akan menyukai itu. Tawaran transfer tidak pernah ada di meja, hanya ada Chelsea (yang tertarik kepada saya). Saya suka generasi Paul Scholes dan Ryan Giggs, yang mana saya kagumi. Saya sedikit cemburu terhadap Karel Poborsky, yang bermain di Manchester dan mengalami pertandingan yang hebat. Saya tahu dia masih merasakan cinta itu," ungkap Nedved.

Jika Manchester United diperkuat Pavel Nedved, hasil maksimal sebenarnya dapat diperoleh Setan Merah. Sayangnya, Manchester United tidak mengambil opsi tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini