5 Pemain Indonesia yang Ganti Profesi saat Pandemi Covid-19, Nomor 1 Jadi Satpam

Ajeng Wirachmi, Jurnalis · Selasa 17 Agustus 2021 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 17 49 2456708 5-pemain-indonesia-yang-ganti-profesi-saat-pandemi-covid-19-nomor-1-jadi-satpam-lCmSBMoBYm.jpg Bagus Nirwanto saat membela PSS Sleman. (Foto: Instagram/@bagus_nirwanto3)

PANDEMI Covid-19 membuat susah banyak pesepakbola yang berkiprah di Liga Indonesia. Efek kompetisi yang tak bergulir selama 1, 5 tahun terakhir, membuat banyak pesepakbola mesti putar otak demi bertahan hidup.

Supaya bisa menafkahi keluarganya, sampai-sampai ada yang rela menyambi bekerja sebagai satpam! Lantas, siapa saja pemain yang dimaksud?

Berikut 5 pemain Indonesia yang ganti profesi saat pandemi Covid-19:

5. Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta)

Andritany Ardhiyasa

Merebaknya kedai kopi di sekitaran ibu kota ikut menarik perhatian penjaga gawang Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa. Ia mulai tertarik menjadi pebisnis dengan mengikuti kakaknya yang berkecimpung di dunia usaha kedai kopi.

Adanya pandemi ini, membuat dirinya tidak bisa banyak melakukan aktivitas dan dirumahkan. Lantas, ia berpikir hal apa yang bisa dilakukan agar tetap menghasilkan pendapatan. Akhirnya, kapten Persija itu menjatuhkan pilihan menjadi pengusaha kedai kopi.

Selain itu, ia juga merilis sebuah buku yang berjudul ‘Gagal Bukan Berarti Pecundang.’ Menurut informasi yang dilansir dari akun Instagram pribadinya, buku ini mulai diterbitkan pada Mei 2021 dan berisi puluhan artikel pribadinya, yang dimuat di blog miliknya.

4. Andri Muliadi (Persela Lamongan)

Andri Muliadi

Sejak pandemi Covid-19 melanda, penggawa Persela Lamongan, Andri Muliadi, harus membawa keluarganya pulang kampung ke Aceh. Rasa panik jelas ia rasakan saat pandemi pertama kali muncul di Tanah Air. Para pesepakbola, termasuk Andri, harus memutar otak demi menemukan keran penghasilan baru akibat terhentinya segala kegiatan dan kompetisi sepakbola nasional.

BACA JUGA: Rochy Putiray Legenda Indonesia yang Pernah Bobol Gawang AC Milan, Begini Kondisinya Sekarang

Dilansir dari berbagai sumber, Andri kini ikut mempromosikan dan ikut berjualan kopi milik mertuanya secara online. Sebenarnya, Andri sudah memiliki bisnis di bidang penyewaan alat pesta. Namun, ikut terdampak juga karena pandemi ini.

3. Bagus Nirwanto (PSS Sleman)

Bagus Nirwanto

Kapten PSS Sleman, Bagus Nirwanto, juga merasakan paceklik akibat pandemi Covid-19. Ia hanya mendapat separuh gaji, belum lagi kompetisi sepakbola yang harus dihentikan dan belum jelas kapan akan kembali digelar.

Demi membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Bagus memilih untuk berjualan gula dan beras curah bersama sang istri. Ia tak ragu menekuni pekerjaan ini demi tetap mendapat pemasukan selama pandemi.

2. Yusuf Meilana (Persik Kediri)

Yusuf Meilana

Pemain Persik Kediri, Yusuf Meilana, memilih untuk menjadi pembudidaya ikan lele di tengah suasana yang serba tak menentu ini. Yusuf sebenarnya sudah memiliki usaha ini pada 2018, namun karena pandemi Covid-19 ini ia semakin fokus menjalankan bisnisnya itu.

Usaha budidaya lelenya menjadi sumber utama pendapatan Yusuf di kala kompetisi belum berjalan normal. Yusuf tentunya berharap agar situasi segera membaik dan kompetisi bisa benar-benar digulirkan lagi.

1. Yoga Eka Fermansyah Hera (Tanpa Klub)

Yoga Eka Fermansyah Hera

Pesepakbola Tanah Air, Yoga Eka Fermansyah Hera, beralih profesi menjadi seorang petugas keamanan alias satpam di sebuah bank di Malang, Jawa Timur. Ia merasa harus tetap berpenghasilan, meskipun tidak ada liga atau kompetisi yang dijalankan selama pandemi ini.

Dikutip dari berbagai sumber, Yoga memilih bekerja di hari libur, yakni Sabtu dan Minggu. Sementara itu, Senin hingga Jumat ia gunakan untuk bermain sepak bola bersama sebuah tim amatir.

Saat ini, Yoga berstatus tanpa klub. Bukan tak mungkin, mengingat kompetisi sepakbola di Indonesia mulai bergulir dua pekan lagi, Yoga Kembali melakoni profesinya yakni sebagai pesepakbola profesional.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini