"Yang pasti mereka bertanggung jawab sejak mereka mengundurkan diri sampai pengurus sementara pergi. Tidak ada yang akan lari dari tanggung jawab ini," lanjutnya.
Seperti diketahui, Barcelona mengalami kerugian yang besar selama pandemi. Manajemen tim harus memutar otak mencari cara untuk menekan pengeluaran dan tetap berada di dalam batas financial fair play (FFP).

Karena tidak ada pemasukan dari penonton musim lalu, Barcelona kini merugi sebesar 451 juta euro (Rp7.6 triliun). Untuk menggambarkan seberapa besar kerugian tersebut, Utang Luar Negeri Indonesia adalah Rp5,9 triliun.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.