3. Bojan Krkic
Bojan Krkic juga mengalami kejadian serupa. Dia disebut-sebut sebagai penerus Lionel Messi selama tahun-tahun awalnya dan dipuji sebagai harta karun oleh manajer Barcelona saat itu, Frank Rijkaard.

Anak muda itu telah memecahkan rekor Messi sebagai pemain termuda yang tampil untuk tim senior Barcelona. Di musim pertamanya untuk tim senior Barcelona, dia mencetak 12 gol dan memberikan enam assist dalam 48 penampilan.
Kala itu, Krkic baru berusia 17 tahun. Kemudian, Rijkaard diganti oleh Josep Guardiola. Dia pun ingin Krkic kembali bermain untuk tim Barcelona B. Karena sudah bersinar untuk tim senior, keputusan itu tidak disambut baik oleh Bojan. Dia masih memainkan peran utama dalam kemenangan Copa Del Rey Barcelona di musim 2008-2009, mencetak lima gol di turnamen.
Keterlibatannya semakin menurun selama beberapa musim berikutnya karena hubungannya dengan Guardiola memburuk. AS Roma akhirnya menandatangani Bojan pada 2011 seharga 12 juta euro. Dia gagal membuat dampak di klub Serie A dan kembali ke Barcelona pada musim panas 2013.
2. Ousmane Dembele
Ousmane Dembele datang ke Barcelona dengan prediksi bisa menjadi pemenang Ballon dOr di masa depan. Dia belum membenarkan label harganya yang mahal setelah didatangkan sebagai pengganti Neymar oleh Barcelona.

Dembele hanya tampil impresif di beberapa bagian. Musim 2020-2021 adalah yang terbaik sejauh ini. Itu pun, dia hanya bisa mencetak 11 gol dan lima assist dalam 44 penampilan di semua kompetisi.
Masalah cedera yang kerap membekapnya dan disiplin menjadi penyebab buruknya penampilan Dembele. Namun faktanya, dia belum siap untuk pindah ke klub sebesar Barcelona pada 2017. Dia seharusnya memiliki setidaknya dua tahun lagi pengalaman bersama klub lain sebelum membela Barcelona.