Pemain Tak Mau Vaksin, FIGC Usul Hukuman Khusus

Fitradian Dimas Kurniawan, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 25 47 2445750 pemain-tak-mau-vaksin-figc-usul-hukuman-khusus-om1vsgyRWC.jpg FIGC ingin semua pemain di Negeri Pizza vaksin Covid-19 (Foto: Footy Headlines)

ROMA – Federasi Sepakbola Italia (FIGC) ingin semua pemain di kompetisi sepakbola Negeri Pizza divaksin Covid-19. Jika ada pemain yang menolak, FIGC telah menyiapkan hukuman khusus untuk mereka.

FIGC mendorong agar para pemain Serie A dan Serie B divaksinasi pada awal musim. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 saat kompetisi berlangsung.

FIGC (Foto: Twitter/@FIGC)

Saat ini, beberapa klub di Serie A juga telah memulai vaksinasi, seperti AS Roma, Sampdoria, dan Fiorentina. Pihak FIGC sendiri tak mengeluarkan kebijakan secara langsung, tetapi hanya berpesan agar tidak memaksa.

Celakanya, kini terdapat klaster Covid-19 yang muncul akibat oknum pemain. Beberapa pemain itu pun terdapat di berbagai tim, seperti Lazio, Spezia, Empoli hingga Udinese.

BACA JUGA: Arab Saudi Ajak Italia untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Hal ini tentu membuat para petinggi tim bingung. Padahal, kompetisi Liga Italia akan dimulai pada 21 Agustus. Akan tetapi, FIGC juga tak bisa memaksa pemain agar wajib vaksin, seperti di Liga Italia.

Oleh sebab itu, Komisi Medis FIGC, Gianni Nanni, mengusulkan agar pemain yang menolak vaksin harus membayar biaya pengobatan jika penyebaran Covid-19 di sekitar mereka. Dia menilai pandemi tak kunjung berakhir akibat para oknum pemain yang menolak vaksin.

“Sebagian besar skuad sudah divaksin, setidaknya dengan dosis pertama. Tetapi, ada sebagian pemain yang belum divaksin. Ini sudah langkah besar, dibanding tahun lalu,” kata Nanni dikutip Football Italia, Senin (26/7/2021).

“Model yang dilakukan Inggris sangat drastis, tetapi efektif. Ketika menghadapi pandemi, kami harus memiliki peraturan jelas yang dihormati. Saya tidak yakin hal itu bisa dilakukan di Italia, karena belum bisa mewajibkan vaksin,” ujarnya.

FIGC (Foto: Twitter/@FIGC)

“Namun, kami bisa mengambil keputusan lain. Kami bisa memberi tahu jika yang tak mau divaksin, harus bertanggung jawab. Mereka harus membayar biaya perawatan yang muncul akibat keputusan mereka,” tutur Nanni.

Jika terjadi kasus di dalam tim, maka mereka harus membayar efek finansial. Orang memang berhak memutuskan. Namun, mereka juga harus memiliki moral dan tanggung jawab secara ekonomi akibat keputusan itu. saya pikir itu bukan permintaan berat,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini