SEJUMLAH pesepakbola memutuskan menjadi mualaf. Setelah resmi masuk dan mempelajari agama Islam, ketenangan dalam hidup mereka alami.
Bahkan tak hanya ketenangan, lonjakan karier juga mereka terima. Lantas, siapa saja pesepakbola mualaf yang dimaksud?
Berikut 5 pesepakbola mualaf temukan ketenangan setelah masuk Islam:
5. Franck Ribery

Franck Ribery menjadi mualaf pada 2002, atau empat tahun sebelum namanya bersinar (nama Ribery menjulang di Piala Dunia 2006). Ribery memutuskan menjadi mualaf setelah menikahi perempuan cantik asal Aljazair, Wahiba Belhami, pada 2002. Sejak saat itu, ketenangan dalam hidup dialami Franck Ribery.
“Agama adalah hal pribadi bagi saya. Saya orang yang percaya dan sejak pindah ke Islam saya lebih kuat, baik mental maupun fisik. Agama tidak mengubah jati diri dan persepsi saya terhadap dunia. Saya berdoa lima kali sehari, saya lakukan itu agar terbebas dan saya merasa lebih baik setelah itu," kata Ribery.
Setahun setelah Piala Dunia 2006, Ribery gabung Bayern Munich dan meraih kesuksesan di sana. Tercatat selama 12 tahun (2007-2019) membela Bayern Munich, Ribery mengoleksi 124 gol dan 182 assist dari 425 pertandingan di semua kompetisi. Berkat gol dan assist dari Ribery, Bayern Munich memenangkan 23 gelar, dan satu di antaranya merupakan trofi Liga Champions
4. Eric Abidal

Sama seperti Ribery, Eric Abidal juga menjadi mualaf setelah menikahi seorang perempuan beragama Islam Bernama Heyet Kebir pada 2007. Setelah menikah dan menjadi mualaf, Abidal akrab dengan gelar juara, salah satunya dengan membawa Barcelona merebut treble winner pada 2008-2009.
BACA JUGA: Singkirkan Botol Bir di Piala Eropa 2020, Ini 5 Bukti Paul Pogba Penganut Islam yang Taat
Semua prosesnya natural. Memilih pindah ke Islam bukan karena istri saya, tapi hadiah yang tiba-tiba muncul. Itu benar-benar terjadi bagi saya. Mengikutinya dan membuat saya sangat senang. Saya memeluk Islam dengan sepenuh hati saya," kata Abidal.