5 Pesepakbola Mualaf Temukan Ketenangan Setelah Masuk Islam, Nomor 1 Jadi Sorotan

Ramdani Bur, Jurnalis · Minggu 18 Juli 2021 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 18 51 2442439 5-pesepakbola-mualaf-temukan-ketenangan-setelah-masuk-islam-nomor-1-jadi-sorotan-PLOgMvKlym.jpg Franck Ribery, pesepakbola mualaf yang temukan ketenangan setelah peluk Islam. (Foto: Instagram/@franckribery7)

SEJUMLAH pesepakbola memutuskan menjadi mualaf. Setelah resmi masuk dan mempelajari agama Islam, ketenangan dalam hidup mereka alami.

Bahkan tak hanya ketenangan, lonjakan karier juga mereka terima. Lantas, siapa saja pesepakbola mualaf yang dimaksud?

Berikut 5 pesepakbola mualaf temukan ketenangan setelah masuk Islam:

5. Franck Ribery

Franck Ribery

Franck Ribery menjadi mualaf pada 2002, atau empat tahun sebelum namanya bersinar (nama Ribery menjulang di Piala Dunia 2006). Ribery memutuskan menjadi mualaf setelah menikahi perempuan cantik asal Aljazair, Wahiba Belhami, pada 2002. Sejak saat itu, ketenangan dalam hidup dialami Franck Ribery.

“Agama adalah hal pribadi bagi saya. Saya orang yang percaya dan sejak pindah ke Islam saya lebih kuat, baik mental maupun fisik. Agama tidak mengubah jati diri dan persepsi saya terhadap dunia. Saya berdoa lima kali sehari, saya lakukan itu agar terbebas dan saya merasa lebih baik setelah itu," kata Ribery.

Setahun setelah Piala Dunia 2006, Ribery gabung Bayern Munich dan meraih kesuksesan di sana. Tercatat selama 12 tahun (2007-2019) membela Bayern Munich, Ribery mengoleksi 124 gol dan 182 assist dari 425 pertandingan di semua kompetisi. Berkat gol dan assist dari Ribery, Bayern Munich memenangkan 23 gelar, dan satu di antaranya merupakan trofi Liga Champions

4. Eric Abidal

Eric Abidal

Sama seperti Ribery, Eric Abidal juga menjadi mualaf setelah menikahi seorang perempuan beragama Islam Bernama Heyet Kebir pada 2007. Setelah menikah dan menjadi mualaf, Abidal akrab dengan gelar juara, salah satunya dengan membawa Barcelona merebut treble winner pada 2008-2009.

BACA JUGA: Singkirkan Botol Bir di Piala Eropa 2020, Ini 5 Bukti Paul Pogba Penganut Islam yang Taat

Semua prosesnya natural. Memilih pindah ke Islam bukan karena istri saya, tapi hadiah yang tiba-tiba muncul. Itu benar-benar terjadi bagi saya. Mengikutinya dan membuat saya sangat senang. Saya memeluk Islam dengan sepenuh hati saya," kata Abidal.

3. Nicolas Anelka

Nicolas Anelka

Siapa tidak kenal Nicolas Anelka? Ia merupakan mantan pemain termahal dunia ketika diboyong Real Madrid dari Arsenal pada musim panas 1999 seharga 30 juta euro. Ia sendiri memutuskan menjadi mualaf pada 1996, atau satu tahun sebelum menjadi pesepakbola profesional.

“Menjadi muslim tidak mengubah hidup saya. Saya tetap menjadi orang yang adil dan punya nilai hidup. Apa yang membuat saya memilih islam karena saya merasa agama ini cocok untuk saya,” ucap Anelka, melansir dari Al Arabiya.

"Saya merasa lebih dekat dengan Tuhan dan itu membuat hidup saya menjadi lebih cerah. Saya punya keyakinan dari hati bahwa Islam adalah agam yang harus saya pilih,” lanjut Anelka.

2. Abel Xavier

Abel Xavier

Sosok ini dikenal nyentrik saat mentas di lapangan hijau. Disebut nyentrik karena ia kerap berpenampilan serbaputih, mulai dari rambut hingga janggut. Pemain yang sempat membela Liverpool pada 2002-2004 ini, memutuskan menjadi mualaf setelah pensiun sebagai pesepakbola pada 2008.

“Pada saat-saat sulit, saya menemukan kenyamanan dalam Islam. Secara bertahap, saya belajar bahwa agama Islam mengajarkan kedamaian, kesetaraan, kebebasan, dan harapan. Ini hal yang sangat penting," kata Abel Xavier mengutip dari Goal International.

1. Paul Pogba

Paul Pogba

(Pogba saat menyingkirkan botol bir di Piala Eropa 2020)

Paul Pogba menjadi mualaf di usia 19 tahun atau pada 2012. Setelah memeluk agama Islam, Pogba lebih percaya diri melakukan hal apa pun. Terbukti, Pogba gemilang bersama Juventus hingga akhirnya diboyong Manchester United sampai memecahkan rekor transfer dunia pada 2016 seharga 105 juta euro.

“Islam tidak seperti yang orang-orang bayangkan, seperti terorisme. Apa yang kami dengar di media itu berbeda. Islam adalah sesuatu yang indah,” kata Pogba mengutip dari The Times.

"Islam membuat saya berubah. Islam membuat saya menyadari hal-hal dalam hidup, saya kira saya menjadi lebih tenang karenanya. Hal itu membawa perubahan yang baik dalam hidup saya karena saya tidak dilahirkan sebagai seorang muslim,” lanjut Pogba.

Pogba pun dikenal teguh dengan agama yang dianut. Ketika tampil di konferensi pers kelar laga Prancis vs Portugal di Piala Eropa 2020, ia tak segan menggeser botol bir yang ada di hadapannya. Ia coba menjalankan ajaran dalam agama Islam, yang mengharamkan mengonsumsi minuman beralkohol.

Karena aksi Pogba di atas, Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) mengambil kesimpulan. Ketika ada pemain muslim hadir di konferensi pers, mereka takkan menaruh botol bir, sebagai tanda hormat UEFA kepada si pemain.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini