Jadi Korban Rasisme Setelah Gagal Eksekusi Penalti, Ini Pesan Arsenal kepada Bukayo Saka

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 51 2439525 jadi-korban-rasisme-setelah-gagal-eksekusi-penalti-ini-pesan-arsenal-kepada-bukayo-saka-gTTCIa5UeD.jpg Bukayo Saka menangis setelah gagal eksekusi penalti di final Piala Eropa 2020. (Foto: REUTERS/Carl Recine)

LONDON – Arsenal memberi dukungan kepada pemain mudanya, Bukayo Saka, yang gagal melaksanakan tugas sebagai eksekutor penalti saat Tim Nasional (Timnas) Inggris menghadapi adu tendangan penalti di final Piala Eropa 2020. The Gunners –julukan Arsenal– pun bersuara karena pemain berusia 19 tahun itu langsung menjadi korban rasisme.

Seperti diketahui, The Three Lions –julukan Timnas Inggris– kalah melawan Italia dalam partai final Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, London, pada Senin (12/7/2021) dini hari WIB. Saat itu, Inggris kalah 2-3 dari Italia via adu penalti.

Bukayo Saka

(Penalti Bukayo Saka ditepis Donnarumma)

Kala itu, Bukayo Saka menjadi penendang kelima Inggris. Jika tembakan Saka gol, penalti dilanjutkan ke penendang keenam. Namun, jika gagal, Italia keluar sebagai juara Piala Eropa 2020. Akan tetapi, tendangan Bukayo Saka ditepis kiper Italia, Gianluigi Donnarumma.

Atas kejadian tersebut, Saka dihujani komentar rasisme lewat akun media sosialnya. Hal itu karena dia dianggap menjadi dalang kekalahan Inggris dan gagal menjadi juara Piala Eropa 2020.

Situasi ini membuat klub yang menaungi Saka yakni Arsenal tidak terima dengan apa didapat pemainnya itu. Melalui laman resminya, Arsenal akhirnya memberi dukungan kepada Saka dan mengaku bangga dengan apa yang telah dilakukan pemainnya bersama Timnas Inggris.

BACA JUGA: Marcus Rashford Bikin Inggris Kalah di Final Piala Eropa 2020, Lampard Kritik Gaya Penalti Pemain Man United

“Saka telah bersama kami sejak dia berusia tujuh tahun dan klub sangat bangga melihatnya mewakili Inggris sepanjang turnamen. Anda bisa merasakannya di seluruh klub,” dikutip dari laman resmi Arsenal, Senin (12/7/2021).

“Tadi malam, kami bangga menyaksikan kepemimpinan dan karakter bemain pada Saka. Namun, perasaan bangga ini dengan cepat berubah menjadi kesedihan atas komentar rasis yang dilontarkan kepada pemain muda kami di platform media sosialnya setelah peluit berakhir,” lanjutnya.

Bukayo Saka

Lebih lanjut, Arsenal juga meminta kepada pihak berwenang untuk dapat memproses kasus yang dialami pemainnya ini. Sebab, sudah terlalu sering pemain kulit hitam mendapat tindakan rasisme seperti ini dan tidak boleh berkelanjutan. Arsenal juga berpesan kepada Saka untuk menegakkan kepala dan jangan berlarut telalu lama dalam kesedihan.

“Sekali lagi, kami sedih. Kami harus mengatakan bahwa kami mengutuk rasisme sejumlah pemain kulit hitam. Ini harus dihentikan dan pihak berwenang harus bertindak untuk memastikan pelecehan menjijikkan yang dialami pada pemain kami sekarang,” lanjut pernyataan Arsenal.

Bukan kebetulan jika pada akhirnya Saka bisa menjadi pilihan pelatih Inggris, Gareth Southgate, untuk menjadi eksekutor dalam adu penalti. Pasalnya, selama gelaran Piala Eropa 2020, Saka telah menunjukkan penampilan memukau di usia yang masih sangat muda. Tercatat di Piala Eropa 2020, Saka turun empat kali dengan koleksi satu assist.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini