Sampai 90 menit babak kedua berakhir kedudukan tak berubah sehingga pertandingan yang menggemaskan ini diberikan perpanjangan waktu Extra time hingga dua kali.
Sebelum berlaga di babak final dan menjungkalkan Inggris, Italia menumbangankan Spanyol di semifinal dengan skor 1-1, juga lewat adu pinalti. Bagi Italia kemenangannya di Piala Eropa 2020 seperti mengembalikan kedigdayaannya yang sempat terseok pada turnamen-turnamen besar beberapa tahun terakhir. Dalam sejarah Piala Eropa sendiri, selain Juara pada 1968, Italia dua kali jadi runner-up, yakni pada 2000 dan 2012.
Pada perntandingan Euro 2020 ini Timnas Italia menurunkan squadnya dengan formasi (4-3-3): Gianluigi Donnarumma; Giovanni Di Lorenzo, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Emerson Palmieri; Nicolo Barella (Bryan Cristane 54’), Jorginho, Marco Verratti; Federico Chiesa (Federico Bernardeschi 86’), Ciro Immobile (Domenico Berardi 55’), Lorenzo Insigne Cadangan: Sirigu, Meret, Locatelli, Belotti, Berardi, Pessina, Acerbi, Cristante, Bernardeschi, Bastoni, Florenzi, Toloi. Pelatih: Roberto Mancini
Kemenangan Italia Piala Eropa 2020 ini tentunya tak lepas dari Laki ambil peran sangat menentukan. Bila kamu ingin selalu Laki seperti para pemain Timnas Italia, jaga daya tahan tubuhmu dengan Extra Joss. Menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi ini adalah harga mati! (CM)
(Yaomi Suhayatmi)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.