Punya Utang, UEFA Bantu Inggris Juara Piala Eropa 2020?

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 09 Juli 2021 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 09 51 2437956 punya-utang-uefa-bantu-inggris-juara-piala-eropa-2020-t6LA1ZIUsW.jpg Timnas Inggris dibantu UEFA untuk juara Piala Eropa 2020? (Foto: REUTERS/Carl Recine)

SALAH seorang koresponden La Gazzetta dello Sport yang tinggal di London, Stefano Boldrini, menulis bahwa Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) terindikasi membantu Inggris juara Piala Eropa 2020. Hal itu karena UEFA berutang budi kepada pemerintah Inggris, dalam hal ini Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Kok bisa?

Medio April 2021, Florentino Perez (presiden Real Madrid) dan Andrea Agnelli (presiden Juventus) menelurkan kompetisi yang dimaksudkan menjadi tandingan Liga Champions. Turnamen yang dimaksud adalah Liga Super Eropa.

Boris Johnson

(Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson)

Total ada 12 klub yang ambil bagian di Liga Super Eropa. Mereka ialah Chelsea, Liverpool, Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, Arsenal, Juventus, Inter Milan, AC Milan, Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid.

Saat itu UEFA langsung kebakaran jenggot karena mendapat saingan dari Liga Super Eropa. Karena itu, UEFA langsung menggandeng operator kompetisi Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol dan FIFA untuk mencari bantuan.

Beruntung bagi UEFA, Inggris sangat kooperatif. Kurang dari 48 jam setelah kompetisi Liga Super Eropa diluncurkan, enam klub Inggris yakni Chelsea, Liverpool, Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, Arsenal memutuskan mundur.

Ditengarai, mundurnya enam klub di atas berkat campur tangan Boris Johnson. UEFA pun dapat bernapas lega. Dalam perjalanannya, saat ini peserta Liga Super Eropa tinggal menyisakan tiga klub yakni Juventus, Real Madrid dan Barcelona.

BACA JUGA: Menang dalam 4 Pertemuan Kontra Inggris di Turnamen Mayor, Italia Juara Piala Eropa 2020?

Lantas, dari mana terlihat ada teori konspirasi UEFA yang bakal membantu Inggris juara Piala Eropa 2020? Salah satu contohnya di laga Inggris vs Denmark. Sebelum gol kedua Inggris yang diciptakan Harry kane terjadi, terlihat ada dua pelanggaran.

Pertama, ada dua bola di lapangan. Kedua, winger Inggris Raheem Sterling terlihat diving. Padahal dalam siaran ulang terlihat, tak ada kontak antara Sterling dengan bek Denmark, Joakim Maehle. Wasit Danny Makkelie pun sudah melihat Video Assistant Referee (VAR), namun Inggris tetap dihadiahi penalti.

Raheem Sterling

(Terlihat ada dua bola sebelum Raheem Sterling terjatuh di kotak penalti)

“Turnamen Piala Eropa diselenggarakan dan diatur untuk Inggris. Tidak heran, penalti begitu gampangnya diberikan kepada skuad asuhan Gareth Southgate,” tulis Stefano Boldrini di media asal Italia, La Gazzetta dello Sport.

“Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tercatat dalam sejarah sebagai orang yang menyelamatkan sepakbola Eropa. Sebuah balasan yang logis (memberikan gelar Piala Eropa 2020 kepada Inggris). Kita mungkin berdosa berpikiran buruk seperti ini, tapi lebih baik seperti ini ketimbang terlihat bodoh,” lanjut Stefano Boldrini.

Karena itu, menarik menanti jalannya laga Italia vs Inggris di final Piala Eropa 2020. Laga Italia vs Inggris dilangsungkan di Stadion Wembley pada Senin, 12 Juli 2021 pukul 02.00 WIB.

Saksikan siaran langsung pertandingan UEFA EURO 2020 di iNews TV.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini