Penentuan juara pun akhirnya harus dilakukan lewat melalui drama adu penalti. Hasilnya, Ceko memastikan kemenangan usai lima pemainnya yang ditunjuk sebagai algojo penalti berhasil bekerja dengan baik. Sementara Jerman Barat, mereka hanya bisa mencetak tiga gol.
Ceko akhirnya memastikan mengangkat trofi juara di hadapan 30 ribu lebih penonton yang memadati Stadion Red Star kala itu. Sementara itu, posisi ketiga di Piala Eropa 1976 diisi oleh Belanda usai mengalahkan tuan rumah Yugoslavia dengan skor 3-2.
Sebelum mengalahkan Jerman Barat di partai final, Ceko juga tampil tangguh saat menghadapi lawan lainnya di putaran final ini. Berhadapan dengan Belanda, Ceko mampu menang besar dengan skor 3-1.

Tak ayal, tim ini langsung dipuja-puja karena pencapaian luar biasanya di Piala Eropa 1976. Apalagi, Ceko merebut gelar juara tersebut dengan mengalahkan Jerman Barat yang statusnya menjadi juara bertahan kala itu.
Final Piala Eropa 1976 juga disebut sebagai yang terbaik sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Eropa kala itu. Sebab, ada kerja keras dan juga semangat pantang menyerah dari kedua belah tim yang terus ditunjukkan sepanjang laga.
Meski Ceko tampil begitu menawan, pemainnya gagal menyabet status top skor di Piala Eropa 1976. Status ini disabet oleh penggawa Jerman Barat, yakni Dieter Muller usai mencatatkan empat gol di sepanjang perhelatan kompetisi.
Meski tak merebut status top skor, salah satu pemain Ceko, yakni Panenka, turut mendapat perhatian besar dari publik. Sebab, dia ditunjuk sebagai eksekutor terakhir dalam babak adu penalti. Kinerjanya yang luar biasa serta ketenangannya dalam menjalani peran tersebut membuat kagum banyak pihak.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.