Rahasia Tuchel Bikin Chelsea Kembali Bertaji Musim Ini

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Sabtu 22 Mei 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 45 2413836 rahasia-tuchel-bikin-chelsea-kembali-bertaji-musim-ini-ZEEzyz7gKn.JPG Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel (Foto: Reuters)

LONDON - Sempat mengalami situasi sulit di awal musim, Chelsea kini berpeluang finis di posisi tiga besar pada klasemen akhir Liga Inggris 2020-2021. Artinya, The Blues juga berhak untuk bersaing mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Kebangkitan Chelsea musim ini jelas tidak terlepas dari kedatangan pelatih Thomas Tuchel pada akhir Januari kemarin. Meski hanya meraih hasil imbang di laga perdana, Tuchel kemudian berhasil membawa Chelsea ke performa terbaik mereka musim ini.

 

Catatan Impresif itu membawa mereka perlahan naik dan kembali bersaing di papan atas klasemen Liga Inggris 2020-2021. Jelang menghadapi laga pamungkas, Timo Werner dan rekan-rekan menempati peringkat ketiga dengan koleksi 67 poin.

Bukan hanya di kompetisi domestik, Tuchel juga berhasil membuat Chelsea kembali bertaji di kompetisi Eropa dengan membawa tim asal London Barat itu ke final Liga Champions 2020-2021.

Baca juga: Liverpool Dekati Chelsea di 4 Besar Liga Inggris, Tuchel Ogah Panik

Benar, hasil positif Chelsea kali ini diyakini tidak terlepas dari peran pelatih mereka, Thomas Tuchel. Juru taktik asal Jerman itu memang memberikan dampak positif pada performa Chelsea musim ini.

Sejak datang menggantikan Frank Lampard pada Januari kemarin, suasana di ruang ganti Chelsea menjadi lebih baik bersama Tuchel. Eks pelatih Paris Saint-Germain itu rupanya punya metode tersendiri untuk mengembalikan mental para pemain yang sempat terpuruk.

Tuchel pun menyadari dominasi para pemain muda membuat emosi skuad The Blues cenderung tidak stabil.

"Saat saya bahagia, saya dapat memberi tahu mereka bahwa saya senang dengan sikap, penampilan, dan suasana di ruang ganti," ujar Tuchel seperti dilansir dari laman resmi Chelsea.

 

"Bagi saya, penting juga untuk membangun kepercayaan dan hubungan yang dapat kita andalkan. Anda tidak menghukum dan menghina dan meneriaki orang-orang di depan kelompok, itu tidak dapat diterima," lanjutnya.

"Jika kami memiliki perilaku yang merugikan grup, yang menyebabkan masalah bagi tim di lapangan, kami harus memberi tahu para pemain secara individu," ujarnya lagi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini