Jelang Piala Eropa 2020, Covid-19 Membayangi 11 Negara Tuan Rumah

Bagas Abdiel, Jurnalis · Senin 17 Mei 2021 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 51 2411238 jelang-piala-eropa-2020-covid-19-membayangi-11-negara-tuan-rumah-apu5IzkR8g.jpg Trofi Piala Eropa. (Foto/UEFA)

PIALA Eropa 2020 akan bergulir pada 11 Juni-11 Juli 2021 setelah sempat setahuntahun karena pandemi Covid-19. Meski digelar tahun ini, virus corona tetap menghantui pagelaran terbesar sepakbola Eropa yang akan dihelat di 11 negara tersebut.

Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) menyatakan bahwa Piala Eropa 2020 tetap berlangsung. Bahkan federasi mengizinkan laga akan disaksikan langsung oleh penonton di stadion.

Kehadiran penonton di stadion mendapat pro dan kontra. Namun, pemerintah masing-masing negara yang menjadi tuan rumah, gelaran Piala Eropa akan tetap jalan terus dengan kehadiran penonton.

Foto/Okezone

Berdasarkan laporan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, Senin (17/5/2021), beberapa negara yang ditunjuk menjadi tuan rumah masih memiliki kasus yang tinggi. Salah satunya Jerman, di mana Kota Munich akan menjadi tuan rumah.

Baca juga: 5 Pemain Mahal yang Absen di Piala Eropa 2020, Nomor 1 Hampir Rp2 Triliun

Jerman sendiri dilaporkan tengah berada dalam tren yang tinggi dengan 227,926 kasus dalam 14 hari terakhir. Allianz Arena yang ditunjuk sebagai stadion penyelenggara pun akhirnya tidak ingin bermain-main terlalu dalam.

Baca juga: Gara-Gara Cedera Lutut, Zlatan Ibrahimovic Gagal Main di Piala Eropa 2020

UEFA menjelaskan markas Bayern Munich itu hanya akan mengizinkan 14,500 penonton dari 70,000 kapasitas kursi. Selain itu, para penonton diwajibkan untuk mengenakan masker saat berada di stadion.

Sementara untuk kewajiban penonton membawa hasil tes negatif Covid-19 masih dalam pembahasan. Allianz Arena akan menggelar empat pertandingan yang terdiri dari tiga laga fase Grup F dan satu pertandingan babak perempatfinal.

Foto/UEFA

Kasus tinggi lainnya terjadi di Italia. Kota Roma terpilih menjadi tuan rumah, di mana pertandingan akan digelar di Stadio Olimpico. Markas AS Roma tersebut akan menggelar empat pertandingan yang terdiri dari tiga laga fase Grup A dan satu laga perempatfinal.

Laporan menunjukkan Italia memiliki kasus 148,536 per 14 hari. Karena itu, penonton yang hadir di stadion akan dibatasi dengan setidaknya 25 persen kapasitas kursi. Sama seperti Jerman, hasil tes negatif Covid-19 atau sertifikat vaksin sedang dipertimbangkan untuk masuk dalam stadion.

Kasus tinggi lainnya dialami Rusia, di mana Stadion Krestovsky, Saint Petersburg terpilih menjadi tuan rumah. Berdasarkan laporan, Rusia memiliki 108,890 kasus Covid-19 per 14 hari. Meski begitu, Rusia akan mengizinkan penonton hadir sebanyak 50 persen kapasitas kursi di Krestovsky Stadium.

Tujuh pertandingan pun akan digelar di stadion ini yang terdiri dari tiga laga fase Grup B, tiga laga fase Grup E, dan satu laga perempatfinal. Peraturan ketat pun akan terjadi, mengingat akan hadir sekira 30,500 penonton.

Melansir UEFA, para penonton yang hadiri Saint Petersburg wajib memiliki FAN ID dengan melakukan registrasi kepada otoritas Rusia. Bahkan penonton yang datang tidak hanya diharuskan mengenakan masker, tetapi juga sarung tangan. Selain itu, surat tes negatif Covid-19 wajib dimiliki para penonton.

Sementara itu, peraturan ketat lainnya akan terjadi di Hungaria. Meski kasus Covid-19 tidak terlalu tinggi, tetapi Puskas Arena di Kota Budapest akan menghadirkan 100 persen penonton di dalam stadion.

Karenanya, ada beberapa aturan yang harus dijalani para penonton. Melansir dari UEFA, warga Hungaria yang pernah terinfeksi dan sudah melakukan vaksinasi Covid-19 dipersilakan hadir. Mereka pun tidak diharuskan untuk membawa hasil surat tes negatif Covid-19.

Akan tetapi, bagi penonton di luar warga Hungaria, ada beberapa peraturan yang wajib dipatuhi. Para penggemar wajib memberikan hasil tes negatif dalam waktu 72 jam sebelum pertandingan dimulai. Jika tidak memenuhi hal itu ada syarat lainnya yakni bukti vaksinasi dan dokumen pernah terpapar Covid-19 dalam kurun maksimal enam bulan.

Sejauh ini, UEFA memang terus berkoordinasi dengan negara-negara yang menjadi tuan rumah demi menjamin keamanan dan keselamatan orang yang terlibat dalam Piala Eropa 2020.

Sejumlah peraturan pun bisa saja berubah dengan melihat situasi dan kondisi pandemi Covid-18 sebelum kompetisi dimulai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini