5 Pemain Hebat yang Gagal Jadi Pelatih, Nomor 1 Legenda Sepakbola Argentina

Bagas Abdiel, Jurnalis · Senin 26 April 2021 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 45 2400826 5-pemain-hebat-yang-gagal-jadi-pelatih-nomor-1-legenda-sepakbola-argentina-pl4TNkYl96.jpg Diego Maradona (Foto: Reuters)

SEORANG pesepakbola berbakat terkadang memang terlahir hanya untuk menjadi seorang pemain. Meski ketika pensiun mereka mencoba untuk melanjutkan karier sebagai pelatih sepakbola, nyatanya mereka tidak selalu berhasil.

Pepatah lama mengatakan tidak selalu benar bahwa pemain yang sukses memiliki karier pelatih yang hebat. Sebaliknya, beberapa pelatih terbaik dalam sepakbola tidak memiliki karier hebat sebagai pemain. Lalu, siapa saja lima pesepakbola hebat yang harus kesulitan berkarier sebagai pelatih.

5. Gianfranco Zola (West Ham, Watford, Cagliari, Birmingham City)

Legenda Chelsea yakni Gianfranco Zola telah dianggap sebagai salah satu playmaker terbaik di generasinya. Zola berhasil mencetak 200 gol 32 assist dalam 665 penampilan nya sebagai pemain. Sayangnya, performa terbaiknya itu tidak pernah berhasil ketika ia berkarier sebagai pelatih.

Pria asal Italia itu menjalani debut pelatih di West Ham United. Pada karier pertamanya itu, West Ham finis di urutan kesembilan. Setelah itu, ia dipecat dan melanjutkan karier ke Watford. Sayang, ia hanya meraih satu kemenangan dalam 11 pertandingan.

Lalu, ia mundur dan melanjutkan kiprahnya ke Cagliari. Tetapi, Zola hanya bertahan selama tiga bulan setelah memenangkan dua dari 10 pertandingan. Selanjutnya, ia berkarier ke Birmingham City yang berlaga di Championship. Tapi, Zola kembali gagal karena Birmingham gagal promosi.

Gianfranco Zola

4. Gary Neville (Valencia)

Neville adalah salah satu bek sayap terbaik dalam era modern. Ia merupakan andalan Manchester United di bawah arahan Sir Alex Ferguson. Ia berhasil memenangkan 30 gelar dalam 19 musim bersama Man United.

Akan tetapi, usahanya gagal ketika meneruskan karier sebagai pelatih. Ia mengambil alih Valencia pada pertengahan musim 2015. Ini merupakan tantangan karena Valencia adalah klub besar di Spanyol dan Neville tidak memiliki pengalaman sebagai pelatih sebelumnya.

Akhirnya kekhawatiran itu muncul karena pria asal Inggris itu mengalami pemecatan kurang dari empat bulan di Mestalla. Pada karier singkatnya tersebut, Neville hanya meraih tiga kemenangan dalam 16 pertandingan liga.

Gary Neville

3. Alan Shearer (Newcastle United)

Alan Shearer dianggap sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepakbola Inggris. Ia bisa dibilang menjadi ikon Newcastle karena menikmati salah satu karier terbaiknya di sana. Sayangnya, ia gagal meraih kesuksesan ketika menjadi pelatih Newcastle.

Apalagi tugas Shearer kala itu sangat berat untuk membawa Newcastle keluar dari degradasi, hanya dengan delapan pertandingan. Tanpa pengalaman pelatih sebelumnya, Shearer berjuang keras untuk mendapatkan waktu terbaik.

Sayangnya, Newcastle terdegradasi pada musim itu. Alhasil ia pun dibebaskan dari posisinya sebagai pelatih yang sejatinya berstatus sementara. Namun demikian, pemain berpaspor Inggris itu akan selalu dikenang sebagai pemain hebat yang mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Inggris.

Alan Shearer

2. Sir Bobby Charlton (Preston North End)

Legenda sepakbola Inggris dan Man United ini adalah pemain hebat lainnya yang akan dihormati di Inggris. Sayangnya, kesuksesannya menjadi pemain tidak selaras dengan kariernya sebagai pelatih pada 1973.

Kala itu, Charlton menjadi pelatih Preston North End. Ia menikamti awal yang baik sebagai seorang pelatih. Namun, kiprahnya menurun drastis ketika Preston North End mengalami degradasi dan turun ke level tiga.

Sir Bobby Charlton

1. Diego Maradona (Timnas Argentina dan Al Wasl)

Legenda Argentina memiliki karier kepelatihan yang tidak bisa dilupakan. Saat sebagai pemain, ia juga dianggap sebagai yang terhebat dan dihormati di seluruh dunia. Sayangnya, saat menjadi pelatih, kariernya tak secemerlang saat menjadi pemain.

Ada ekspektasi besar ketika Maradona ditunjuk sebagai pelatih Timnas Argentina jelang Piala Dunia 2010. Sayangnya, ia gagal membawa Argentina melaju jauh setelah tersingkir di babak perempatfinal.

Setelah itu, ia menangani klub asal Dubai, Al Wasl. Lagi-lagi kariernya tak cemerlang. Ia dipecat setelah satu tahun mengelola Al Wasl.

Diego Maradona

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini