Caballero Bandingkan Gaya Melatih Frank Lampard dan Thomas Tuchel di Chelsea

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Sabtu 27 Maret 2021 03:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 27 45 2384836 caballero-bandingkan-gaya-melatih-frank-lampard-dan-thomas-tuchel-di-chelsea-dEylA4Ob9F.jpg Thomas Tuchel di sesi latihan bersama skuad Chelsea (Foto: Chelsea.com)

LONDON – Penjaga gawang Chelsea, Willy Caballero, mengungkapkan perbedaan antara gaya melatih Frank Lampard dengan pelatih The Blues saat ini, Thomas Tuchel. Caballero mengatakan Tuchel memiliki pendekatan yang jauh berbeda dari Lampard, yang lebih khas dalam permainan modern.

Seperti diketahui, Tuchel menggantikan posisi Lampard pada akhir Januari kemarin. Di bawah arahan pelatih Jerman itu, Chelsea berhasil kembali ke tren positif dan belum terkalahkan dalam 14 laga terakhir yang mereka mainkan musim ini.

“Tidak diragukan lagi, dengan Frank (Lampard), kami mendapat arahan yang lebih langsung tentang permainan, pada dasarnya sepak bola Inggris,” ujar Caballero seperti dilansir dari laman Goal International, Sabtu (27/3/2021).

Baca juga: Frank Lampard Punya Masalah dengan Pemain Senior Chelsea

“Dia (Lampard) menjelaskan untuk menyerang dengan cepat. Sepak bola yang disukainya sangat memusingkan, dengan pergerakan bola yang cepat, dia juga cenderung mengarahkan kami pada serangan balik,” lanjutnya.

"Sekarang dengan Tuchel, ini lebih tentang menggabungkan, bermain dengan bola. Kami menciptakan lebih banyak penguasaan. Dia hampir memberi tahu kami bagaimana pertandingan akan berkembang, di mana aspek kunci lawan, kekuatan dan kelemahan mereka,” tambahnya.

Tuchel sendiri baru-baru ini membeberkan metode khususnya untuk mengembalikan mental para pemain yang sempat terpuruk. Tuchel pun menyadari dominasi para pemain muda membuat emosi skuad The Blues cenderung belum stabil.

"Saat saya bahagia, saya dapat memberi tahu mereka bahwa saya senang dengan sikap, penampilan, dan suasana di ruang ganti," ujar Tuchel seperti dilansir dari laman resmi Chelsea.

"Bagi saya, penting juga untuk membangun kepercayaan dan hubungan yang dapat kita andalkan. Anda tidak menghukum dan menghina dan meneriaki orang-orang di depan kelompok, itu tidak dapat diterima," lanjutnya.

"Jika kami memiliki perilaku yang merugikan grup, yang menyebabkan masalah bagi tim di lapangan, kami harus memberi tahu para pemain secara individu," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini