Wasit Keluarkan 36 Merah, Ini Kisah Pertandingan Terkotor di Dunia Sepakbola

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 51 2367545 wasit-keluarkan-36-merah-ini-kisah-pertandingan-terkotor-di-dunia-sepakbola-1XvoMUxD0P.jpg Ilustrasi kartu merah (Foto: skynews)

KARTU merah dalam olahraga sepakbola berarti ada pemain yang harus meninggalkan lapangan akibat melakukan pelanggaran. Hal tersebut diputuskan oleh wasit atau pengadil pertandingan.

Peraturan tersebut bagian dari sanksi kepada pemain yang melakukan pelanggaran keras atau melakukan tindakan yang dilarang dalam sebuah pertandingan.

Dalam satu laga, biasanya wasit mengeluarkan dua hingga lima kartu merah. Kartu merah dalam jumlah lebih dari yang disebutkan tadi terbilang cukup jarang terjadi.

Namun, ternyata pernah ada satu pertandingan yang memiliki 36 kartu merah di dalamnya!

Baca juga: Sejarah Peraturan Pergantian Pemain Sepakbola, Pertama Kali Dilakukan di Inggris

Sebanyak 36 kartu merah dalam satu pertandingan tentu jadi hal yang luar biasa. Padahal jika dihitung kedua tim hanya memiliki total 22 pemain di lapangan.

Kejadian ini terjadi di Argentina pada 2011. Hujan kartu merah terjadi dalam laga yang mempertemukan Claypole dan Victoriano Arenas.

Peristiwa ini berlangsung setelah satu fans masuk ke dalam lapangan dan melepaskan pukulan ke wajah salah satu pemain lawan.

Damian Rubino yang bertugas sebagai pengadil pertandingan mengeluarkan satu pemain yang kemudian disusul dengan dua kartu kuning di babak pertama. Akan tetapi, suasana kian memanas di paruh kedua.

Baca juga: 6 Perlengkapan Pemain Sepakbola yang Wajib Dimiliki

Tidak hanya pemain, manajer hingga staf ofisial juga penggemar juga ikut terlibat baku hantam di lapangan. Tak berselang lama, Rubino pun mengeluarkan kartu merah untuk 22 pemain termasuk para pemain cadangan, dan para staf ofisial setiap tim, sehingga total ada 36.

"Salah satu pemain sangat marah dan dia mencoba meninju salah satu pelatih lawan ketika water break. Ketika saya meniup peluit untuk menyelesaikan permainan, dia masuk ke lapangan dan mendekati salah satu pemain dan meninju wajahnya," ujar Rubino.

"Semua pemain lain ingin memukulnya sehingga mereka mulai mengejarnya dan itu adalah huru-hara yang besar. Ketika tawuran selesai, kami masuk ke ruang ganti dan saat itulah kami memutuskan untuk memberikan kartu merah untuk mereka semua,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini