Riyad Mahrez Jadi Lebih Rajin Beribadah Setelah Kematian sang Ayah

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 51 2359264 riyad-mahrez-jadi-lebih-rajin-beribadah-setelah-kematian-sang-ayah-XqQxOowHV7.jpg Riyad Mahrez vs Sadio Mane (Foto: Reuters)

MANCHESTER – Winger Manchester City, Riyad Mahrez, merupakan salah satu pesepakbola terbaik yang ada di Liga Inggris saat ini. Tidak hanya itu, Mahrez pun dikenal sebagai sosok yang sangat relijius lantaran rajin beribadah.

Dalam sejumlah kesempatan, Mahrez bahkan kerap menunjukkan rasa syukurnya kepada Allah SWT. Biasanya ia menunjukkannya setelah mencetak gol, di mana Mahrez mengangkat kedua tangannya ke atas seolah sedang mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa.

Baca juga: Punya Anak di Usia Sangat Muda, Hidup Phil Foden Berubah Drastis

Mahrez memang tumbuh di keluarga Islami. Meski ia lahir di Prancis, namun kedua orang tua Mahrez berkebangsaan Aljazair. Mahrez juga memiliki darah Maroko dari garis keturunan ibundanya, Halima.

Diakui oleh Mahrez bahwa ia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan ayahnya, Ahmed Mahrez. Bisa dibilang, bakat sepakbola yang dimiliki Mahrez diturunkan dari sang ayah.

Riyad Mahrez

Sebagai informasi, Ahmed merupakan mantan pemain Timnas Aljazair. Ahmed pun memiliki harapan agar putranya tersebut bisa mengikuti langkahnya membela Timnas Aljazair. Sayangnya, Ahmed meninggal dunia ketika Mahrez masih berusia 15 tahun.

Baca juga: Ikuti Liverpool, Laga Monchengladbach vs Man City Dipindah ke Hungaria

“Ayah selalu berada di belakang saya. Dia menginginkan saya menjadi pemain sepakbola. Dia selalu bersama saya. Dia datang ke setiap pertandingan saya dan memberi masukan,” ujar Mahrez, dinukil dari The Guardian.

“Saya tidak tahu apakah saya mulai lebih serius bermain bola, tetapi setelah kematiannya, segalanya dimulai. Mungkin di kepala saya, saya menginginkan sesuatu yang lebih baik,” lanjutnya.

Kematian sang ayah juga membuat menjadi lebih rajin beribadah. Hal ini diungkapkan oleh sahabat Mahrez, Youssef Gani. Ia menyebut bahwa mantan penggawa Leicester City itu menjadi lebih sering pergi ke masjid.

“Dia sangat relijius, memilki keyakinan agama (Islam) yang kuat. Selama masa sulit itu, (setelah sang ayah meninggal), yang menjadi titik balik dalam hidupnya, dia mulai berdoa dengan sungguh-sungguh dan secara teratur mengunjungi masjid,” sebut Ghani.

Timnas Aljazair

“Kematian ayahnya membuatnya sadar akan banyak hal. Ia mengambil lebih banyak tanggung jawab setelah itu,” sambungnya.

Mahrez pada akhirnya mewujudkan keinginan sang ayah dengan membela Timnas Aljazair. Tidak hanya itu, Mahrez bahkan memegang ban kapten saat mengantarkan Timnas Aljazair menjuarai Piala Afrika 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini