5 Pesepakbola Keturunan Bangsawan dan Anak Presiden, Nomor 1 dari Indonesia

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 51 2359045 5-pesepakbola-keturunan-bangsawan-dan-anak-presiden-nomor-1-dari-indonesia-5tGvIXldsn.jpg Massimo Luongo punya darah keturunan ningrat (Foto: Instagram/@massluongo)

LATAR belakang dari keturunan bangsawan tak lantas menyurutkan minat untuk menjadi pesepakbola kelas dunia. Sepakbola memang olahraga yang digandrungi semua kalangan. Di atas lapangan, status anak bangsawan atau bukan, tidak menjadi persoalan.

Beragam latar belakang itu malah menambah keindahan sepakbola. Tidak bisa dipungkiri, sepakbola menyatukan berbagai perbedaan. Atas dasar hal itu, Okezone coba mengulas pemain-pemain yang memiliki keturunan bangsawan, yang dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (9/2/2021).

5. Timothy Weah

Timothy merupakan anak dari legenda sepakbola Afrika, George Weah. Ayahnya adalah satu-satunya pesepakbola Afrika yang pernah menyabet trofi Ballon dOr. Sejak 2018, Timothy Weah resmi menyandang status sebagai anak presiden.

Ya, George Weah terpilih sebagai Presiden Liberia lewat pemilihan umum pada akhir 2017. Mantan pemain AC Milan itu lantas diambil sumpahnya sebagai presiden pada Januari 2018 dan masih menjabat hingga kini.

Timothy Weah membela PSG

4. Faiq Bolkiah

Beberapa waktu lalu, Faiq Bolkiah bikin heboh. Penggawa Leicester City itu dinobatkan sebagai pesepakbola terkaya di usia 19 tahun. Asal kekayaan Faiq Bolkiah tidak main-main. Sebab, ia adalah anggota Kesultanan Brunei Darussalam.

Faiq Bolkiah merupakan anak dari Jefri Bolkiah, salah satu pangeran Brunei Darussalam. Jefri sendiri adalah adik dari Sultan Brunei Darussalam saat ini, Hassanal Bolkiah. Tidak heran, Faiq pun dinobatkan sebagai pesepakbola terkaya di dunia.

3. Al-Saadi Khadafi

Berikutnya ada nama Al-Saadi Khadafi. Ia adalah putra dari mantan penguasa Libya, Moammar Khadafi. Sejumlah klub pernah dibela pria yang kini berusia 47 tahun itu, di antaranya Perugia, Udinese, dan Sampdoria.

Sayangnya, karier Al-Saadi Khadafi tidak cemerlang sebagai pesepakbola. Ia malah bikin heboh setelah tidak lagi merumput di lapangan hijau. Al-Saadi ditunjuk sebagai Komandan Pasukan Khusus Libya yang terjun dalam perang saudara pada 2011.

Massimo Luongo pernah membela Timnas Australia (Foto: IG/@massluongo)

2. Massimo Luongo

Nama Massimo Luongo masih cukup asing di telinga masyarakat Indonesia. Padalah pesepakbola berpaspor Australia itu punya keturunan darah ningrat! Ibunya adalah orang asli Indonesia bernama Ira. Sementara ayahnya adalah orang Italia bernama Mario.

Kepada media Australia pada 2014, Massimo Luongo mengaku memiliki leluhur yang tidak sembarangan. Kakek moyangnya adalah Sultan dari Kerajaan Bima dan Dompu di Pulau Sumbawa bernama AA Siradjudin.

1. Rafid Habibie

Rafid Habibie merupakan cucu dari almarhum Presiden Ketiga RI, BJ Habibie. Kendati lahir di Indonesia, Rafid memilih mencoba peruntungan dengan berkarier di luar negeri. Selain pernah menimba ilmu di Spanyol, Rafid sekarang berkarier di Italia.

Rafid Habibie (Foto: IG/@rafidhabibie)

Ia dikabarkan pernah menjalani trial atau uji coba bersama klub Serie C Liga Italia, Santarcangelo Calcio. Seleksi Timnas Indonesia U-19 juga pernah diikutinya pada 2017. Namun, Rafid Habibie gagal menembus tim utama U-19.

Pada pertengahan Liga 1 2019, Rafid Habibie dikontrak selama setengah musim oleh Borneo FC. Sayangnya, kontrak itu tidak diperpanjang. Ia pun dilepas Borneo FC per 14 Januari 2020. Saat ini, tidak diketahui Rafid Habibie bergabung dengan klub mana.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini