Guardiola: Pemecatan Lampard Bikin Pelatih Lain Ketakutan

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 45 2350752 guardiola-pemecatan-lampard-bikin-pelatih-lain-ketakutan-U3Wz57u4ZL.jpg Frank Lampard dan Pep Guardiola (Foto: Premier League)

MANCHESTER - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberikan komentar mengenai pemecatan Frank Lampard dari kursi kepelatihan Chelsea. Guardiola mengatakan situasi yang dialami Lampard membuat pelatih-pelatih di Liga Inggris lainnya ketakutan.

Menurutnya, persaingan ketat yang terjadi antar klub-klub Liga Inggris membuat para pelatih harus mencari formula tepat guna membawa timnya bisa terus meraih kemenangan. Sebab jika tidak, mereka bisa saja mengalami nasib seperti yang menimpa Lampard saat ini.

"Manajer tua dan muda atau siapaun yang berkompetisi di sini, Anda harus menang. Orang-orang berbicara terus berbicara tentang proyek dan ide mereka. Tapi saya rasa semua rencana jangka panjang terasa seperti omong kosong karena Anda harus menang, jika tidak, Anda akan dipecat," ujar Guardiola seperti dilansir dari laman Goal International, Selasa (26/1/2021).

Saya menghormati keputusan dari Chelsea, tentu saja, tapi pelukan erat untuk Frank dan mudah-mudahan saya bisa melihatnya segera. Saat penguncian akan selesai, aku bisa pergi ke restoran untuk menemuinya lagi.

 Baca juga: Abramovich: Lampard Hebat, Tapi Pelatih Baru untuk Chelsea Lebih Tepat

“Dia ditunjuk di tim seperti Chelsea setelah pekerjaan bagus yang dia lakukan di Derby County, orang-orang ini pantas mendapatkannya. Tapi kami bergantung pada hasil, bukan cara kami bermain, bukan tentang filosofi atau hal-hal semacam ini atau proyek.

"Kamu harus mendapatkan hasil. Jika tidak, kamu akan digantikan oleh manajer lain," lanjut mantan pelatih Barcelona tersebut.

Keputusan Chelsea untuk memecat Lampard punya alasan yang cukup kuat. Pria 42 tahun itu dinilai tak bisa memberikan peningkatan signifikan bagi Chelsea untuk bersaing memperebutkan gelar juara musim ini.

Sebenarnya, kiprah Lampard di musim perdananya sebagai pelatih Chelsea berjalan positif. Berada di bawah asuhannya, Chelsea berhasil finis di posisi ketiga pada klasemen akhir Liga Inggris 2019-2020.

Selain itu, Lampard juga mampu membawa Chelsea lolos ke final Piala FA 2019-2020, meski akhirnya kalah dari Arsenal. Situasi tersebut membuat manajemen Chelsea menaruh kepercayaan lebih kepada Lampard salah satunya dengan belanja pemain besar-besaran pada bursa transfer musim panas 2020 kemarin.

Sayangnya Lampard gagal memaksimalkan fasilitas yang diberikan Chelsea. Pasalnya di musim 2020-2021, Chelsea bermain begitu inkonsisten. Bahkan Chelsea hanya mampu memetik satu kemenangan dari enam laga terakhir mereka di Liga Inggris 2020-2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini