Pesepakbola Muslim, Anelka Sempat Tuai Kontroversi Selebrasi Nazi

Andika Pratama, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 51 2350480 pesepakbola-muslim-anelka-sempat-tuai-kontroversi-selebrasi-nazi-qXyOb9hJI4.jpg Nicolas Anelka (Foto: Eurosport)

NICOLAS Anelka adalah salah satu pesepakbola muslim asal Prancis yang pernah bermain di Liga Inggris. Anelka pernah bermain untuk klub-klub besar seperti Arsenal, Liverpool, Chelsea, dan Manchester City.

Anelka mengukir banyak prestasi selama berkarier di Liga Inggris. Akan tetapi, dia juga pernah membuat kontroversi di Liga Inggris bahkan dunia sepakbola.

Nicolas Anelka (Foto: Reuters)

Anelka menjadi sorotan ketika timnya, West Bromwich Albion, menahan imbang West Ham United 3-3 pada Desember 2013. Anelka mencetak dua gol pertama West Brom dalam pertandingan tersebut.

Sebagaimana pada umumnya, Anelka berselebrasi setelah membobol gawang lawan. Akan tetapi, selebrasi Anelka untuk gol pertamanya berbuah masalah berkepanjangan.

BACA JUGA: Georgina Rodriguez Pakai Baju Seksi, Alasan Cristiano Ronaldo Langsung Jatuh Cinta?

Pria berpaspor Prancis itu berselebrasi dengan melakukan gerakan Quenelle dengan meletakkan tangan kirinya ke lengan kanan yang mengarah lurus ke bawah. Gerakan itu dipopularkan oleh komedian Prancis, M'Bia Dieudonne.

Namun, banyak pihak menganggap gerakan itu merupakan salam Nazi yang dibalik. Quenelle pun identik dengan ideologi anti-Yahudi, anti-Semitis, dan rasisme bagi sebagian orang.

Selebrasi Anelka mengundang berbagai kecaman dari banyak pihak di dunia. Kontroversi selebrasi Anelka membuat FA (Federasi Sepakbola Inggris) turun tangan untuk menyelidikinya.

Sementara itu, Anelka menegaskan, bahwa selebrasi Quenelle merupakan bentuk dukungan kepada Dieudonne yang merupakan temannya. Pada waktu itu, acara lawak Dieudonne yang tengah bermasalah dengan pemerintah Prancis.

Nicolas Anelka (Foto: Eurosport)

“Quenelle (yang saya lakukan) artinya anti-sistem. Saya tak tahu apa hubungannya dengan agama,” tulis Anelka melalui twitter, seperti yang dikutip dari GMANetwork pada 2013 silam.

“Quenelle ini adalah gesture (dukungan) untuk Dieudonne. Untuk para Menteri (Prancis) yang memberi opini pribadi tentang gerakan itu, buat saya mereka adalah orang-orang yang kebingungan dengan sesuatu hal lain dan memainkan kontroversi tanpa tahu betul apa arti gestur itu,” lanjutnya.

Meski begitu, Anelka dinyatakan bersalah oleh FA sehingga menerima denda sebesar 80 ribu poundsterling (sekira Rp1,5 miliar) dan larangan bertanding dalam lima laga. Lalu, pada akhir musim 2013-2014, West Brom berpisah dengan Anelka yang kemungkinan besar merupakan buntut dari selebrasi Quenelle-nya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini