Legenda Barcelona Akui Yaya Toure Adalah Muslim yang Luar Biasa

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 51 2348877 legenda-barcelona-akui-yaya-toure-adalah-muslim-yang-luar-biasa-c56H26KeBB.JPG Yaya Toure (Foto: Reuters)

MANTAN penggawa Manchester City, Yaya Toure, dikenal sebagai salah satu pesepakbola Muslim yang taat beribadah. Bahkan, keimanan Yaya Toure sebagai seorang Muslim berhasil membuat legenda Barcelona, Xavi Hernandez, terkesan.

Toure bergabung dengan Barcelona pada bursa transfer musim panas 2007. Pada saat itu ia diboyong dari AS Monaco dengan harga 9 juta euro. Karena kemampuannya, Toure pun dipercaya untuk tampil reguler di kubu Blaugrana.

Menariknya, Toure tidak hanya diandalkan di atas lapangan, namun juga ketika melaksanakan sholat. Maksudnya, Toure dipercaya menjadi imam sholat rekan-rekan Muslimnya di Barcelona, seperti Eric Abidal dan Seydou Keita.

Baca juga: Paul Pogba, Pesepakbola Muslim yang Rajin Tunaikan Ibadah Umrah

Yaya Toure

Toure pun sangat dihargai oleh para pemain Barcelona lainnya, termasuk Xavi, karena keimanannya yang luar biasa tersebut. Xavi mengungkapkan bahwa Toure sering melaksanakan ibadah sholat bersama Abidal dan Keita di ruang ganti.

"Abidal, Yaya, dan Keita, sering terlihat beribadah bersama dalam ruangan. Jika ruangan terpakai, mereka sholat di ruang ganti, dan kami mencoba tidak lalu-lalang di hadapan mereka,” ujar Xavi saat diwawancara oleh media Spanyol.

Hal lainnya yang membuat Xavi semakin terkesan adalah karena Toure bersama dengan Abidal dan Keita tetap menjalankan ibadah puasa. Padahal, ketika itu mereka harus berlatih atau bertanding. Xavi pun memandang mereka sebagai orang-orang yang luar biasa.

"Mereka bisa melakukannya. Luar biasa. Semakin bertambah hormat saya kepada mereka yang menjalankan kewajiban agamanya dengan taat,” beber Xavi.

Tak ayal, ketika Toure meninggalkan Barcelona pada musim panas 2010, hal itu membuat para pemain Blaugrana yang lain merasa kehilangan. Abidal mengakui bahwa ia telah kehilangan sosok imam di Barcelona.

Eric Abidal dan Seydou Keita

“Kami kehilangan imam,” ujar Abidal.

Toure juga dikenal tidak meminum minuman keras. Bahkan di saat rekan-rekan setimnya biasanya merayakan kemenangan dengan meminum sampanye atau minuman keras lainnya, Toure tetap berpegang teguh pada keyakinannya dan tidak terbawa arus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini