Lempar Jersey ke Kuli Bangunan, Thiago Silva Terancam Disanksi

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 17 Januari 2021 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 17 45 2345908 lempar-jersey-ke-kuli-bangunan-thiago-silva-terancam-disanksi-G2AlchjxrJ.JPG Thiago Silva melempar kostumnya ke arah tribun (Foto: Reuters/John Walton)

LONDON – Aksi mulia bek Chelsea, Thiago Silva, justru berpotensi membuahkan hukuman. Pemain berkebangsaan Brasil itu diketahui melanggar aturan baru terkait merebaknya wabah Covid-19 di dunia sepakbola belakangan ini.

Selepas laga Fulham vs Chelsea yang berakhir dengan kemenangan 0-1 bagi tim tamu, Thiago Silva berjalan mendekati ujung salah satu tribun Stadion Craven Cottage. Dilansir dari The Sun, Minggu (17/1/2021), bek berusia 36 tahun itu lantas melempar seragamnya ke arah seorang pekerja konstruksi.

Terang saja, aksi itu melanggar protokol ketat yang baru dikeluarkan belakangan ini. Para pemain dilarang menukar kostum dengan lawan atau memberikan kaus di akhir pertandingan. Kebijakan itu diterapkan demi mencegah penularan Covid-19 yang meningkat di Inggris.

Baca juga: James Maddison Ungkap Arti Selebrasi Uniknya di Laga Leicester vs Southampton

Thiago Silva memberi kausnya kepada pekerja bangunan (Foto: The Sun)

Lewat suratnya kepada semua klub, Chief Executive Premier League Richard Masters mengingatkan pentingnya mematuhi aturan tersebut. Meski terkesan aneh, aturan itu dibuat demi menjamin keamanan, keselamatan, dan kesehatan seluruh pelaku sepakbola sendiri.

Tindakan Thiago Silva itu hampir pasti akan mendapat perhatian khusus dari Premier League dan FA. Kedua organisasi itu bisa saja mengambil tindakan tegas terhadap apa yang dilakukan eks penggawa Tim Nasional (Timnas) Brasil tersebut.

Selain soal menukar kostum, FA dan Premier League juga memberlakukan larangan menjabat tangan, tos, dan pelukan saat selebrasi gol. Sebisa mungkin tindakan-tindakan tersebut dihindarkan selama 90 menit pertandingan.

Imbauan baru itu sampai membuat gelandang Leicester City, James Maddison, melakukan sebuah selebrasi gol yang unik. Karena tak lagi boleh berpelukan, ia menjabat tangan dan melakukan tos virtual dengan bayangan rekan-rekan setimnya.

Kendati terlihat aneh, James Maddison mengaku tidak keberatan mengulangi selebrasi itu. Yang penting baginya, sepakbola terutama di level elit dapat terus diizinkan bergulir di tengah situasi pandemi Covid-19.

James Maddison menjabat tangan secara virtual (Foto: Reuters/Alex Pantling)

“Jika hal-hal kecil itu adalah yang dibutuhkan agar sepakbola terus berlanjut, maka jadilah. Kami diminta untuk tidak berkumpul, jadi saya berusaha meresponsnya dengan riang,” ungkap James Maddison, dinukil dari Goal.

“Pesepakbola terus mendapat kritik dan senang rasanya sedikit mematuhi aturan. Saya tidak yakin ada orang di negara ini yang ingin sepakbola berhenti (lagi),” tandas pesepakbola berusia 24 tahun tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini