Crystal Palace vs Livepool, Ini Harapan Klopp untuk Diogo Jota

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 19 Desember 2020 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 19 45 2330664 crystal-palace-vs-livepool-ini-harapan-klopp-untuk-diogo-jota-q1R3dniNqO.jpg Diogo Jota. (Foto/Reuters)

LIVERPOOL – Pelatih Liverpool ,Jurgen Klopp mengatakan bahwa proses pemulihan Diogo jota berjalan baik. Namun, dia menekankan bahwa cedera lutut penyerang asal Portugal agak aneh.

Diogo Jota mengalami cedera lutut saat bermain imbang 1-1 melawan Midtjylland di Liga Champions pada 10 Desember 2020. Jota diperkirakan akan absen selama enam hingga delapan minggu.

Foto/Reuters

Kehilangan Jota membuat The Reds (si Merah)—julukan Liverpool—sangat dirugikan. Pasalnya, Jota memberi pengaruh besar dengan menyumbang sembilan gol dalam 17 penampilannya bersama Liverpool di semua kompetisi.

Baca juga: Crystal Palace vs Liverpool, 2 Modal Ini Bisa Antarkan The Reds Sabet 3 Poin

Akibat cedera, Jota dipastikan absen melawan saat Liverpool melakoni laga ke-14 Liga Inggris 2020-2021. Skuad Klopp akan dengan bertandang ke markas Crystal Palace pada Sabtu (19/12/2020) malam WIB.

Menjelang laga, Klopp terus memberikan dukungan pada Jota untuk segera pulih dari cedera. Dia berharap pemain berusia 24 tahun itu bisa secepatnya merumput.

"Saya melakukan yang terbaik agar dia kembali secepat mungkin. Segalanya berjalan baik tetapi cedera lutut selalu rumit sehingga kami tidak bisa terburu-buru, tapi saya melakukannya dengan baik,” tuturnya mengutip laman Liverpool

“Ya, ini lebih buruk dari yang kita pikirkan dan lebih baik dari yang kita pikirkan. Semua ahli bedah potensial telah memeriksanya, tidak perlu operasi, tetapi dia akan tidak bisa bermain sementara waktu.”

“Kami tidak tahu persis, mungkin satu setengah atau dua bulan. Kami tidak tahu persis. Ini sangat mirip dengan Kostas Tsimikas.”

Foto/Reuters

“Itu pertama kali setelah pertandingan. Kami melihat situasi saat dia mendapatkannya dia sendiri, tidak ada yang mengira sesuatu terjadi di sana.”

“Kami mengeluarkannya dari lapangan dan dia berkata 'Saya merasa sedikit (nyeri)' dan keesokan harinya, melakukan scan dan kemudian ahli bedah harus melihatnya. Begitulah cara kami melakukannya, informasi berbeda. Pada akhirnya, ini aneh tapi kami senang kami mendengar diagnosis akhir," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini