MENDENGAR posisi penjaga gawang, yang terlintas dalam benak tentu saja beberapa kiper papan atas dunia seperti Gianluigi Buffon dan Manuel Neuer. Namun, belum tentu semua pecinta sepakbola paham dengan tugas dan fungsi utama seorang kiper.
Sebelum pertandingan, seorang kiper biasanya berdiri di barisan terdepan saat di lorong, tepat di belakang kapten. Jika kebetulan sang kiper menjabat sebagai kapten seperti halnya Neuer, maka dia akan berdiri di posisi paling depan.
Dibandingkan posisi lain di sepakbola, hanya kiper yang mendapat keistimewaan. Seorang kiper boleh menyentuh bola dengan semua bagian tubuhya, terutama tangan. Tentu saja tetap ada batasan, yakni hanya diperbolehkan di area penalti saja.
Baca juga: Peran False Nine dalam Permainan Sepakbola

Kiper juga mendapat perlindungan tersendiri dari wasit. Pemain lawan tidak diperkenankan mengganggu penempatan posisi kiper ketika dalam situasi bola mati terutama sepak pojok. Dalam posisi melompat untuk memetik bola di udara pun, kiper sudah pasti mendapat prioritas.
Andai terjadi duel udara dan sang penjaga gawang terkena senggolan, wasit hampir pasti memberikan pelanggaran. Betapa istimewanya posisi kiper. Dalam permainan sendiri, ada empat peran atau tugas utama seorang penjaga gawang.
Yang pertama jelas menyelamatkan. Kiper wajib mengamankan gawangnya dari peluang lawan dengan berbagai cara, mulai dari menangkap, menepis, dan menghalau bola. Tugas kedua adalah membersihkan area pertahanan.
Untuk tugas yang satu ini, seorang kiper harus cakap membaca arah permainan. Ia wajib menyapu bola ke area yang tidak berbahaya agar pemain lawan tidak memanfaatkan rebound. Tugas ketiga adalah mengomandoi lini pertahanan.
Demi tugas yang satu ini, ada semacam peraturan tidak tertulis. Seorang kiper yang ahli mesti punya kemampuan menjadi pemimpin. Sebab, ia harus mengarahkan pemain belakang dan rekan setimnya demi melapisi pertahanan.

Tugas terakhir adalah mendistribusikan bola. Permainan sepakbola biasanya terhenti ketika bola keluar dari lapangan atau bola ditangkap oleh kiper. Di sepakbola modern, kecapakan kiper mendistribusikan bola bisa menjadi kunci dalam membangun serangan jitu.
Melihat dari empat tugas itu, jelas syarat seorang kiper di era modern tidak hanya punya refleks yang bagus. Ia harus mampu menjalankan tugas-tugas tersebut sehingga bisa dibilang sebagai kiper kelas dunia.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)