STATUS juara grup menjadi bidikan tim-tim kuat di Fase Grup Liga Champions. Posisi itu mesti mereka raih demi memperkecil peluang menghadapi tim kuat di babak 16 besar Liga Champions 2020-2021. Sebab, tim yang finis sebagai juara grup, hanya dipertemukan dengan tim yang menempati posisi runner-up.
Menjadi masalah ketika ada tim kuat justru finis sebagai runner-up. Hal itu dialami jawara lima kali Liga Champions, Barcelona. Sebenarnya, fase grup awalnya berjalan mudah bagi Lionel Messi dan kawan-kawan.

(Barcelona kalah 0-3 dari Juventus)
Blaugrana –julukan Barcelona– menyapu bersih lima pertandingan awal dengan kemenangan, termasuk menang 2-0 di kandang Juventus. Untuk keluar sebagai juara grup, Barcelona hanya butuh meraih hasil imbang, atau tidak kalah lebih dari 0-2 saat menjamu Juventus di matchday pamungkas, Rabu (9/12/2020) dini hari WIB.
Ternyata, dominasi penguasaan bola yang ditunjukkan Miralem Pjanic dan kawan-kawan tidak berarti. Barcelona kalah 0-3 dari Juventus lewat gol-gol yang dilesakkan Cristiano Ronaldo (13’ dan 52’) serta Weston McKennie (20’).
Atas hasil ini, Barcelona harus puas finis runner-up. Klub asuhan Ronald Koeman ini akan menghadapi satu dari delapan tim yang finis sebagai juara grup. Saat ini, sudah diketahui enam tim yang finis sebagai juara grup.
Mereka ialah Bayern Munich (A), Manchester City (C), Liverpool (D), Chelsea (E), Borussia Dortmund (F) dan Juventus (G). Berhubung tim yang sudah bertemu di fase grup takkan bersua lagi di babak 16 besar, Juventus otomatis dicoret dari calon lawan Barcelona di perdelapanfinal.
BACA JUGA: Ungguli Messi, Cristiano Ronaldo: Leo Bukan Saingan Saya
Selain enam tim di atas, masih ada dua grup lain yang masih mencari sang juara grup. Juara Grup B diperebutkan Borussia Monchengladbach, Shakhtar Donetsk dan Real Madrid. Sementara Grup H diperebutkan RB Leipzig dan PSG.