JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, merasa senang dengan keputusan Amiruddin Bagus Kahfi yang akan melanjutkan karier ke Eropa yakni FC Utrecht. Ia pun sedikit memberikan wejangan kepada pemain berusia 18 tahun tersebut.
Melalui channel Youtube-nya, Iriawan memperlihatkan momen pertemuannya dengan Bagus dan CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman. Pada momen tersebut, mereka terlihat melakukan pembicaraan tentang masa depan Bagus.

Lebih lanjut, Iriawan juga tak lupa menyampaikan beberapa pesan kepada Bagus. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu berharap Bagus bisa meningkatkan performa dan menunjukkan yang terbaik dengan membawa nama Indonesia.
Bahkan lewat satu pesan tegas, Iriawan meminta kepada Bagus untuk tidak melupakan Indonesia. Terutama dengan skuad Tim Nasional (Timnas) Indonesia yang membutuhkan sosok pemain hebat yang memiliki pengalaman besar di Eropa.
Baca juga Alasan Bagus Kahfi Pilih Gabung FC Utrecht
“Untuk Bagus kamu tetap membawa panji-panji Indonesia ya, bermain yang bagus, performance tingkatkan, kamu di sana harus lebih baik lagi,” ungkap Iriawan.
“Dan inget kamu adalah nanti harus kembali ke Indonesia untuk membela panji-panji Indonesia,” lanjutnya.
“Selamat berjuag di sana, ingat kamu jadi kebanggaan bagi rakyat Indonesia,” sambung pria berusia 58 tahun tersebut.
Meski begitu, kedua belah pihak sempat terjadi konflik ketika Bagus mengunggah foto di Instagram-nya yang gagal berangkat ke FC Utrecht. Kabarnya, Barito Putera tidak ingin melepas Bagus ke FC Utrecht karena masih memiliki kontrak.

Akan tetapi, kabar tersebut langsung ditepis oleh Barito Putera. Mereka pun mempersilakan Bagus untuk mengejar mimpinya bermain di Eropa dengan bergabung ke FC Utrecht.
“Tentu kami sangat bangga dan mendukung Bagus Kahfi untuk bergabung di klub Eropa. Mudah-mudahan berkah untuk Bagus, Barito Putera dan tentunya timnas Indonesia. Terima kasih juga kepada pak Ketum PSSI (Mochamad Iriawan) yang memberikan dukungan kepada Barito Putera dan Bagus Kahfi,” tukas Hasnur, mengutip dari laman resmi PSSI.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)