Jersey Diego Maradona Tak Dijual Meski Berharga Rp18 Miliar

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 30 November 2020 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 51 2318998 jersey-diego-maradona-tak-dijual-meski-berharga-rp18-miliar-h1PxL2bXIj.jpg Gol Tangan Tuhan Diego Maradona ke Inggris Piala Dunia 1986. (FIFA)

LONDON - Mantan pemain Tim Nasional (Timnas) Inggris, Steve Hodge merupakan pemilik jersey Diego Maradona, ketika sang ikon sepakbola Argentina itu mencetak gol menggunakan tangan. Hodge menegaskan tak akan menjual seragam Maradona meski harganya ditaksir mencapai 1 juta paun atau sekira Rp18 miliar.

Hodge mendapatkan seragam Maradona saat Inggris bertemu Argentina di Piala Dunia 1984 Meksiko. Dalam laga itu Maradona mencetak dua gol spektakuler.

Foto/Reuters

Maradona mencetak gol pertama menggunakan tangan. Dia kemudian menyebut golnya tersebut dengan “Tangan Tuhan”.

Baca juga: Perawat Diego Maradona Sampaikan Pernyataan Palsu

Selang gol ”Tangan Tuhan”, Maradona mencetak gol yang akan menjadi salah satu gol abad ini. Maradona menari dari tengah lapangan. Dia melewati sejumlah pemain Inggris juga sang kiper. Sebagai pamungkas, Maradona melesakkan bola ke gawang Inggris.

Inggris sempat membalas. Gol dicetak oleh Gary Lineker. Namun, skor 2-1 menjadi penutup pertandingan.

Maradona kini telah meninggal dunia di rumahnya di Buenos Aires pada Rabu 25 November 2020. Dia meninggal pada usia 60 tahun setelah mengalami serangan jantung.

Jersey yang dipakai Maradona saat mengalahkan Inggris di Piala Dunia ditaksir memiliki nilai 1 juta paun. Meski bernilai tinggi, Hodge tak mau menjualnya. Jersey Maradona sendiri dipinjamkan Hodge ke National Football Museum di Manchester.

“Ada sedikit kritik yang beterbangan di sekitar saya sehingga saya menginginkan satu juta atau dua juta paun dan saya akan menjualnya demi uang,” ungkapnya mengutip Daily Star, Senin (30/11/2020).

“Saya hanya merasa itu salah dan tidak sopan. Itu tidak untuk dijual. Saya sudah memilikinya selama 34 tahun sekarang dan saya tidak pernah mencoba menjual dan yang pasti tidak saat ini.”

“Saya suka memilikinya. Bagi saya itu memiliki nilai sentimental yang luar biasa karena itu adalah puncak karir saya di usia 23 tahun. Lagu kebangsaan di Stadion Azteca di depan 118.000 orang membuat saya merinding. Bagi saya itu sentimental.”

"Jika Anda ingin melihatnya, itu ada di Manchester di National Football Museum. Itu telah di bawah pengawasan mereka selama 20 tahun terakhir,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini