Perawat Diego Maradona Sampaikan Pernyataan Palsu

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Minggu 29 November 2020 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 29 51 2318350 perawat-diego-maradona-sampaikan-pernyataan-palsu-vB6p4xeQke.jpg Dua fan meratap mural Diego Maradona di Buenos Aires. (Foto/Reuters)

PERAWAT Diego Maradona mengakui bahwa dia menyamapikan pernyataan palsu menjelang sang ikon sepakbola Argentina itu meninggal. Pernyataan itu sedang dalam penyelidikan otoritas setempat.

Maradona telah meninggal dunia di rumahnya di Buenos Aires pada Rabu 25 November 2020. Dia meninggal pada usia 60 tahun setelah mengalami serangan jantung.

Foto/Reuters

Sebelumnya, pada awal November, Maradona menjalani operasi pembekuan darah di otaknya. Dia juga menjalani perawatan untuk mengatasi ketergantungan alkohol.

 Baca juga: Tak Tinggalkan Wasiat, Harta Warisan Maradona Diprediksi Jadi Sengketa

Pada saat menjalani perawatan, Maradona mendapat penanganan dari perusahaan medis swasta, Medidom. Seorang perawat yang bertugas saat itu mengaku telah berbohong kepada penyidik.

Dalam laporan disebutkan bahwa perawat mengecek kondisi Maradona pada pukul 06.30. Laporan mencatat bahwa perawat menyatakan bahwa sang legenda bernapas dengan baik.

Setelah itu, perawat pengganti mengatakan bahwa dia mendengar Maradona menggunakan toilet sekitar jam 7.30 pagi. Namun, dia tidak masuk ke kamarnya Maradona untuk memeriksanya.

Perawat berusaha mengecek kondisi Maradona pada pukul 09.20. Hanya saya, perawat mengklaim pasien menolak untuk diperiksa.

Namun, laporan perawat tersebut sekarang diragukan. Pasalnya perawat disuruh berbohong untuk laporan tersebut.

Foto/Napoli

“Apa yang ditambahkan saksi adalah dia diminta untuk menulis dalam laporan untuk Medidom bahwa dia mencoba memantau tanda-tanda vital Maradona, padahal kenyataannya dia membiarkannya beristirahat,” kata seorang penyidik seperti dikutip Mirror, Minggu (29/11/2020).

Perawat yang sama juga mengatakan bahwa dia melihat Maradona dalam keadanaan koma. Dia kemudian membrikan bantuan pernapasan dari mulut ke mulut. Hanya saja, Medidom belum menanggapi klaim tersebut.

Jaksa penuntut negara bagian sudah memeriksa rekaman CCTV di dekat rumah Maradona, namun menegaskan tidak ada unsur kriminalitas. Hasil post-mortem mengungkap Maradona pernah mengalami gagal jantung akibat pembekuan darah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini