Sayangnya, Maradona gagal ditunjuk menggantikan posisi Martin O’Neill. Saat itu, untuk menggantikan eks juru taktik Glasgow Celtic tersebut, manajemen Aston Villa memilih mantan pelatih Liverpool, Gerard Houllier.

Sebenarnya tidak mengherankan Maradona tak dipilih manajemen Aston Villa. Sebab, secara kualitas melatih, Maradona tak bisa dibilang cukup cakap saat menjadi pelath.
Terbukti selama menjadi pelatih, Maradona hanya menangani tim-tim kelas dua seperti Al-Wasl (Uni Emirat Arab), Al-Fujairah (Uni Emirat Arab), Dorados (Meksiko) dan Club Gimnasia (Argentina). Menangani Timnas Argentina merupakan pencapaian tertinggi yang dicetak Diego Maradona.
Sayangnya, cita-cita Maradona menangani klub Liga Inggris tidak kesampaian hingga akhirnya sang legenda mengembuskan napas terakhir. Maradona telah meninggal dunia akibat henti jantung pada Rabu 25 November 2020 malam WIB.
(Fetra Hariandja)