Pemahaman Aturan Offside

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 51 2317415 pemahaman-aturan-offside-kU38EKMI05.jpg Offside. (Foto/FIFA)

DALAM sebuah sepakbola terdapat aturan yang dikenal dengan offside. Aturan ini telah melewati berbagai revisi sejak pertama kali diterapkan pada 1885 dan kini sudah masuk dalam aturan resmi Federasi Sepakbola Dunia (FIFA).

Istilah offside diambil dari dunia militer. Yakni istilah off the strenght of his side, yang berarti status bebas tugas. Ketika seorang tentara dibebastugaskan, dia tidak akan mendapat keistimewaan dan gaji.

Foto/La Liga

Catatan sejarah menunjukkan, Inggris telah menerapkan aturan offside sejak tahun 1800an. Peraturan ini diadopsi dari rugby, olahraga yang sangat populer di sana. Konsepnya, seorang pemain dilarang hanya menunggu umpan di depan gawang musuh.

Baca juga: Aturan-Aturan Dasar Sepakbola

Peraturan offside kemudian diadopsi ke sepakbola pada 1985. Klub pertama yang menggunakan aturan offside adalah Sheffield FC. Sejak saat itu aturan offside mengalami beberapa kali perubahan.

Menyadur Express, FIFA mengatur offside dalam peraturan nomor 11. Aturan itu menyebutkan pemain sepakbola dinyatakan dalam posisi offside jika posisi pemain tersebut berada lebih dekat ke garis gawang lawan dibandingkan bola dan pemain kedua terakhir adalah lawan.

Ada sejumlah kondisi yang membuat pemain sepakbola dinyatakan offside. Pertama, pemain tim lawan berada dalam posisi offside jika menyentuh bola (sengaja atau tidak sengaja) yang dikirim oleh rekannya.

Kedua, saat pemain yang berada di posisi offside dan dia menerima bola yang diumpan oleh rekannya. Ketiga, pemain yang berada di posisi offside kemudian bola ditendang rekannya menuju gawang, kemudian pemain yang berada dalam posisi offside menghalangi pandangan dan pergerakan pemain lawan.

Keempat, saat pemain yang berada dalam posisi offside kemudian bola ditendang rekannya. Kemudian bola tersebut mengarah ke gawang dan ditepis kiper lawan, namun bola tersebut mendarat di kaki pemain yang berada dalam posisi offside.

Foto/FIFA

Kelima, offiside terjadi saat bola ditendang oleh tim lawan, kemudian bola membentur pemain lawan dan berbelok arah menuju penyerang yang berada di posisi offside

Jika terjadi pelanggaran offside, wasit memberikan tendangan bebas tidak langsung kepada tim lawan.

Sementara itu, ada beberapa kondisi pemain tidak dalam posisi offside. Kondisi itu terjadi apabila pemain pemain berada di daerah permainannya sendiri, meski dia berada di depan pemain lawan, selain kiper.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini