Leicester City Takluk dari Liverpool karena Terlalu Pasif

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 23 November 2020 06:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 45 2314155 leicester-city-takluk-dari-liverpool-karena-terlalu-pasif-mQUEXBFv8R.JPG Brendan Rodgers menyalami pemainnya (Foto: Reuters/Jon Super)

LIVERPOOL – Pil pahit harus ditelan Leicester City kala bertandang ke Stadion Anfield, Senin (23/11/2020) dini hari WIB. Alih-alih meraih kemenangan, armada asuhan Brendan Rodgers malah pulang dengan tangan hampa. Menurut sang manajer, kekalahan itu terjadi karena anak buahnya terlalu pasif.

Laga antara Liverpool vs Leicester City banyak dianggap akan berlangsung seru. Nyatanya, pertandingan yang dihelat di Stadion Anfield itu terlihat berat sebelah. Si Merah terlalu dominan atas The Foxes dari segala sisi, baik statistik mau pun skor akhir.

Sepanjang 90 menit pertandingan, Liverpool mendominasi penguasaan bola hingga 57%. Mereka total melepaskan 24 tembakan dengan 13 di antaranya tepat sasaran. Catatan tersebut cukup menunjukkan dominasi tuan rumah pada pertandingan itu.

Baca juga: Bantai Leicester 3-0, Jurgen Klopp: Liverpool On Fire

Leicester City jarang mendapat peluang (Foto: Reuters/Laurence Griffiths)

Kekalahan tersebut membuat Brendan Rodgers sebal. Menurutnya, Jamie Vardy dan kawan-kawan terlalu pasif pada babak pertama sehingga harus kebobolan dua gol. Apalagi, taktik serangan balik yang dilancarkan tidak bekerja dengan baik.

“Kami bermain terlalu pasif pada babak pertama. Kami memilih menjaga wilayah pertahanan, tetapi tidak cukup melakukan kontak dengan lawan, dan memberikan gol secara cuma-cuma,” papar Brendan Rodgers, dilansir dari BBC, Senin (23/11/2020).

“Kami memiliki beberapa kesempatan bagus untuk melancarkan serangan balik lewat Harvey Barnes, tetapi secara keseluruhan, ketika Anda bermain pasif seperti itu, sepakbola Anda tidak akan sama. Kami kurang agresif,” imbuh pria berkebangsaan Irlandia Utara itu.

Pun begitu, penampilan Leicester City sedikit membaik pada paruh kedua. Pressing yang diterapkan anak asuhnya memang lebih intens. Walau menyakitkan, kekalahan ini akan menjadi pelajaran penting untuk dianalisa.

“Babak kedua, kami lebih baik. Lebih agresif saat menekan yang membantu kami bermain sepakbola lebih baik. Anak-anak baru kembali dari jeda internasional, jadi tidak begitu menyatu seperti yang kami inginkan,” lanjut Brendan Rodgers.

“Ini persoalan mentalitas. Kami senang ketika mereka memainkan bola di wilayah sendiri, tetapi begitu masuk ke wilayah sendiri, kami kurang agresif. Kami akan menganalisa kekalahan ini dan melangkah maju,” tutup eks Manajer Liverpool periode 2012-2015 itu.

Hasil negatif itu gagal membawa Leicester City kembali ke puncak klasemen. Mereka kini tertahan di peringkat empat dengan nilai 18 dari sembilan pertandingan. Untungnya, Leicester City hanya berjarak dua angka saja dari Tottenham Hotspur dan Liverpool di puncak klasemen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini