Teknik Penalti ala Bruno Fernandes Harus Dilarang

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 23 November 2020 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 45 2314106 teknik-penalti-ala-bruno-fernandes-harus-dilarang-hKixFgtyBU.JPG Teknik penalti melompat ala Bruno Fernandes (Foto: Reuters/Catherine Ivill)

LONDON – Gaya penalti Bruno Fernandes yang melompat sebelum melepaskan tembakan menuai kritik tajam dari legenda sepakbola Inggris, Ian Wright. Eks penyerang Arsenal itu meminta kepada pengambil kebijakan untuk melarang gaya eksekusi penalti tersebut.

Sejak tiba pada akhir Januari 2020, Bruno Fernandes menjadi fenomena tersendiri di Liga Inggris. Gelandang berpaspor Portugal itu berperan besar dalam membantu timnya, Manchester United, finis ketiga pada klasemen akhir Liga Inggris 2019-2020.

Salah satu bentuk bantuan adalah menjadi eksekutor andal dari titik putih. Pesepakbola berusia 26 tahun itu cukup ahli dalam mengeksekusi penalti dengan total tujuh gol sejak Januari-November 2020, khusus di Liga Inggris.

Baca juga: Man United Lagi-Lagi Diuntungkan VAR, Bruno Fernandes Beri Pembelaan

Bruno Fernandes cetak gol dari titik putih (Foto: Reuters/Catherine Ivill)

Kunci sukses dari Bruno Fernandes terletak pada gaya eksekusinya. Ia acap melompat sebelum melepaskan tembakan sehingga kiper terkecoh. Teknik tersebut lantas dikritik tajam oleh Ian Wright. Ia bahkan menyerukan agar gaya mengambil penalti seperti itu dilarang saja.

“Sulit (untuk kiper). Anda harus melihat algojo penalti melompat, melakukan hal itu, tetapi kiper tidak bisa mengangkat kakinya dari garis gawang,” papar Ian Wright, dikutip dari Team Talk, Senin (23/11/2020).

“Mereka (pengambil kebijakan) harus menghentikan orang-orang melompat. Algojo penalti seharusnya hanya berlari ke arah bola dan menembaknya. Jika mereka bisa bergerak dan kiper tidak, maka itu tidak adil,” imbuh pria berkebangsaan Inggris itu.

Pendapat itu dilontarkan setelah laga Manchester United vs West Bromwich Albion yang dimenangi Setan Merah dengan skor 1-0 berkat gol penalti Bruno Fernandes. Dalam pertandingan itu, eksekusi penalti harus diulang karena kaki Sam Johnstone sempat keluar dari garis gawang saat bola ditembak.

Gerakan kaki kiper berkebangsaan Inggris itu tidak terlepas dari tipuan dengan lompatan yang dilakukan Bruno Fernandes. Kaki Sam Johnstone sudah lebih dulu tidak berada di garis saat bola ditembak. Alhasil, wasit David Coote meminta penalti diulang.

Kebetulan, eksekusi pertama dari Bruno Fernandes berhasil digagalkan oleh Sam Johnstone yang dengan gemilang membaca arah bola. Eksekusi kedua yang dilakukan gelandang berkebangsaan Maia itu berhasil dibaca lagi, tetapi bola mengarah ke pojok atas sehingga gagal dihentikan.

Meski kerap sukses, gaya eksekusi Bruno Fernandes mengandung risiko tersendiri. Akibat lompatan, momentum sang algojo hilang sehingga ancang-ancang lebih cepat dan laju bola melambat. Memang, eksekusi itu ditujukan untuk menembak bola berlawanan dengan lompatan kiper. Bagi penjaga gawang yang tidak tertipu, laju bola yang lambat itu merupakan keuntungan tersendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini