Man United Kena Karma Tweet Arogan Berbahasa Indonesia

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 261 2304684 man-united-kena-karma-tweet-arogan-berbahasa-indonesia-xIoGW9gHiN.jpg Trio pemain Man United tertunduk usai kemasukan gol (Foto: UEFA)

KEKALAHAN memalukan harus diderita Manchester United dengan skor tipis 1-2 dari klub debutan Liga Champions, Istanbul Basaksehir. Warganet, terutama yang berasal dari Indonesia, ramai-ramai menyakini Setan Merah terkena karma dari cuitan arogan di akun Twitter @ManUtd_ID pekan lalu.

Matchday ketiga Grup H Liga Champions 2020-2021 berubah menjadi petaka buat Man United. Keperkasaan yang diperlihatkan ketika menang atas Paris Saint-Germain (PSG) dan RB Leipzig, menguap begitu saja di hadapan Istanbul Basaksehir.

Dua gol dari Demba Ba (12’) dan Edin Visca (42’) hanya bisa dibalas sekali oleh Anthony Martial (43’). Kekalahan itu semakin terasa perih karena Basaksehir berstatus sebagai debutan. Man United kemudian menjadi bulan-bulanan di media sosial.

Baca juga: Kalah dari Basaksehir, Van Persie Pertanyakan Komitmen Man United

Salah satu penyebabnya adalah unggahan bernada sombong lewat akun Twitter resmi klub berbahasa Indonesia. Kicauan itu dibuat pekan lalu usai menghajar RB Leipzig dengan skor telak 5-0, klub yang notabene adalah semifinalis Liga Champions 2019-2020.

“Finalis musim lalu. Semifinalis musim lalu. Gini doang nih grup neraka?” cuit akun Twitter @ManUtd_ID, disertai emoji yang berkesan meremehkan.

Man United memang tergabung di Grup H yang dianggap neraka. Pasalnya, grup itu dihuni oleh PSG dan RB Leipizig yang sama-sama melangkah jauh musim lalu. Bruno Fernandes dan kawan-kawan diprediksi akan kesulitan. Sebaliknya, mereka ternyata mampu meraup angka penuh dari dua laga awal.

Celakanya, kicauan itu seperti membawa sial. Sebab, Man United kalah dua kali beruntun sepanjang satu pekan terakhir. Pekan buruk itu diawali dengan kekalahan tipis 0-1 dari Arsenal di Stadion Old Trafford, Minggu 2 November 2020 malam.

Hasil minor itu diyakini sudah dilupakan dan akan ditebus pada laga tengah pekan melawan Istanbul Basaksehir. Ditinjau dari segi mana pun, klub berkostum oranye itu jelas bukan lawan sebanding dengan nama besar dan prestasi Man United.

Sepakbola ternyata memang tidak bisa ditentukan di atas kertas. Anak buah Ole Gunnar Solskjaer justru tumbang dengan skor 1-2 ketika mereka bisa diprediksi menang mudah atas Basaksehir. Selain kena karma, Kota Istanbul sepertinya memang tidak membawa keberuntungan buat MU.

Ada semacam siklus empat tahunan setiap November untuk Man United di Istanbul. Empat tahun lalu, mereka tumbang dari Fenerbahce di Liga Eropa. Delapan tahun sebelumnya, mereka ditekuk Galatasaray. Kota yang dahulu bernama Konstantinopel itu tampaknya memang tidak ramah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini