Sebelum Bagus Kahfi, Bachdim dan Lilipaly Pernah Bermain di FC Utrecht

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Sabtu 31 Oktober 2020 03:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 51 2301827 sebelum-bagus-kahfi-bachdim-dan-lilipaly-pernah-bermain-di-fc-utrecht-KJOsLrOW2H.jpg Bagus Kahfi sedang jalani program pemulihan diri di Inggris. (Foto: Instagram/baguskahfiii)

UTRECHT – Para pencinta sepakbola Tanah Air tengah dihebohkan dengan adanya kabar bahwa Amiruddin Bagus Kahfi telah resmi bergabung dengan salah satu tim Liga Belanda, yakni FC Utrecht. Kabar itu disampaikan oleh salah satu situs yang diduga merupkan blog dari penggemar Utrecht di Belanda.

Dalam laporan dari fcutrecht.net tersebut, Sabtu (31/10/2020), pihak Barito Putera selaku pemilik sah dari Bagus telah ikhlas melepaskan pemainnya tersebut kepada Utrecht. Namun, pada kenyataannya sampai saat ini tak ada kabar yang benar-benar resmi dari klub yang kini berdiri di peringkat kedelapan pada klasemen sementara Liga Belanda 2020-2021.

Terlepas dari itu semua, peluang Bagus untuk bergabung dengan Utrecht nyatanya cukup besar. Sebab sebelum Bagus, ada tiga pemain keturunan Indonesia yang pernah merasakan memakai jersey Utrecht.

Baca Juga: Bagus Kahfi Resmi Perkuat Klub Liga Belanda, FC Utrecht

Bagus Kahfi diisukan telah gabung FC Utrecht

Ketiga pemain itu adalah Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, dan Marc Klok. Lilipaly menjadi pemain pertama keturunan Indonesia yang bermain di Utrecht. Ia sudah bergabung dengan akademi Utrecht pada 2001 usai memutuskan untuk meninggalkan akademi AZ Alkmaar.

Lilipaly pun bertahan di tim muda Utrecht hingga 2012. Untuk bermain di tim seniornya, Lilipaly nyatanya hanya mendapatkan kesempatan sebanyak di empat pertandingan saja. Dalam empat kesempatna itu, Lilipaly pun sukses membukukan satu gol.

Beda cerita jika membahas jumlah bermain Lilipaly ketika berada di tim muda Utrecht, di mana ia berhasil tampil di sembilan laga dan mencetak satu gol.

Setelah Lilipaly, Bachdim pun menyusul masuk ke akademi Utrecht pada 2003. Pemain yang saat ini membela PS Sleman tersebut hanya bertahan enam tahun saja di tim muda Utrecht. Bachdim juga hanya mendapatkan satu kesempatan bermain di tim senior Utrecht.

Sayangnya satu-satunya kesempatan itu menjadi momen terakhir Bachdim membela tim senior Utrecht. Ia yang tampil selama 90 menit gagal memberikan konribusi kepada tim tersebut.

Irfan Bachdim saat masih berseraham Utrecht

Terakhir tentunya ada Klok. Pemain kelahiran Amsterdam tersebut masuk ke dalam akademi Utrecht sedari awal ia memulai karier sebagai pesepakbola. Jadi, Klok adalah benar-benar pemain jebolan klub tersebut.

Akan tetapi, menariknya Klok tak pernah memiliki kesempatan untuk bermain di tim senior Utrecht, seperti yang dirasakan Bachdim dan Lilipaly. Klok hanya bermain di Utrecht U-19 dan Utrecht 21, yang jika digabungkan maka ia sudah tampil 32 pertandingan dan menyumbangkan dua gol pada tim muda dari Utrecht tersebut.

Jadi, apakah nasib Bagus di FC Utrecht bisa jauh lebih baik dari Lilipaly, Bachdim, atau bahkan Klok. Kita tunggu jawaban pastinya sambil menantikan kabar resmi dari Utrecht mengenai nasib Bagus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini