Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Penyebab Real Madrid Akan Kesulitan Hadapi Barcelona di Laga El Clasico

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Jum'at, 23 Oktober 2020 |13:45 WIB
5 Penyebab Real Madrid Akan Kesulitan Hadapi Barcelona di Laga El Clasico
Luka Modric cetak gol ke gawang Shakhtar Donetsk. (Foto/Twitter Luka Jovic)
A
A
A

REAL MADRID sedang dalam performa buruk menjelang EL Clasico menghadapi rival abadi mereka, Barcelona. Pasukan Zinedine Zidane dalam laga terakhir di Liga Champions 2020-2021, kalah dari wakil Shakhtar Donetsk dengan skor 3-2 di Stadion Alfredo Di Stefano.

Kini, mereka harus melawat ke Stadion Camp Nou, markas Barcelona dalam lanjutan La Liga Spanyol 2020-2021. Laga akan berlangsung pada Sabtu 24 Oktober 2020 pukul 21.00 WIB.

Madrid datang ke kandang Barca dengan status sebagai juara bertahan La Liga musim lalu. Sementara Blaugrana—julukan Barcelona—menjamunya dengan kekuatan baru yang dipimpin pelatih Ronald Koeman.

Los Balncos—julukan Real Madrid—diprediksi akan kesulitan mengalahkan rival abadinya tersebut. Salah satunya, pola serangan yang mudah terbaca.

Berikut lima alasan mengapa Madrid sulit mengalahkan Barcelona dalam duel El Clasico musim ini menyadur Sportskeeda:

5. Real Madrid Dalam Performa Buruk

Sebelum dikalahkan Shakhtar Donetsk, mereka sudah ditaklukkan lebih dulu oleh Cadiz. Kekalahan itu bahkan terjadi di kandang sementara mereka, Stadion Alfredo Di Stefano.

Foto/UEFA

Dengan dua kekalahan di kandang, membuat skuad si Putih, kurang percaya diri. Namun, mentalitas pemain Madrid bisa saja berubah saat menghadapi Barcelona, apalagi di kandang lawan mereka.

Baca juga: 5 Laga El Clasico Barcelona vs Real Madrid yang Tak Terlupakan 

4. Pertahanan Rentan

Raphael Varane dan Sergio Ramos adalah duet andalan Madrid, Mereka mebentuk benteng yang sulit ditembus pada musim lalu dan membawa timnya meraih gelar juara La Liga.

Foto/La Liga

Namun, Varane kerap melakukan blunder. Saat bermain melawan Manchester City, musim lalu, misalnya, pemain asal Prancis itu melakukan kesalahan yang menyebabkan timnya gugur di babak 16 besar.

Begitu juga saat Madrid dikalahkan Shakhtar Donetsk, Varane kembali menjadi bioang keladi.

Alfredo Di Stefano berada di puncak kekuatan mereka di jantung lini belakang dan membantu menciptakan barisan belakang kedap air yang membocorkan beberapa gol. Tapi ada celah yang terlihat dalam kemitraan pertahanan yang tangguh musim lalu itu sendiri. Dengan absennya Ramos, Eder Militao, Varane akan kesulitan menjaga pertahanan Mdrid.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement