5 Analisis Laga Bayern Munich vs Atletico Madrid

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 261 2297674 5-analisis-laga-bayern-munich-vs-atletico-madrid-fAkZD4FzX2.jpg Atletico Madrid tumbang 0-4 di markas Bayern Munich (Foto: Bayern Munich)

START sempurna dijalani juara bertahan Liga Champions, Bayern Munich. Raksasa Jerman itu sukses mempermalukan Atletico Madrid dengan skor 4-0 pada matchday pertama Grup A Liga Champions 2020-2021, Kamis (22/10/2020) dini hari WIB.

Kemenangan telak tersebut cukup mengagetkan. Sekali pun Bayern Munich merupakan tim tertajam di Eropa musim lalu, Atletico Madrid tetap dikenal memiliki pertahanan tangguh. Namun, The Bavaria bisa menembus barikade anak asuh Diego Simeone dengan relatif mudah.

Baca juga: Flick Puji Kualitas 4 Gol Bayern Munich ke Gawang Atletico Madrid

Lalu mengapa Bayern Munich bisa tetap menang telak 4-0? Berikut analisa singkat mengenai kemenangan anak buah Hansi Flick, Kamis (22/10/2020).

5. Kedalaman skuad yang berkualitas

Melihat komposisi skuad Bayern Munich dua musim belakangan, mudah untuk menyebut mereka sungguh beruntung. Dari mulai kiper hingga striker, dihuni oleh pemain berkualitas dengan jam terbang tinggi. Itu belum ditambah dengan pelapis yang tak kalah berkualitas.

Ketika pemain utama seperti Serge Gnabry absen, Hansi Flick masih punya pelapis mumpuni dalam diri Kingsley Coman. Pahlawan kemenangan di Final Liga Champions 2019-2020 itu bahkan menyumbang dua gol ke gawang Atletico Madrid.

Corentin Tolisso mampu cetak satu gol

4. Lini depan Atletico Madrid tumpul

Berkaca pada data statistik, Atletico Madrid hanya mampu melepaskan enam percobaan sepanjang 90 menit. Dari enam percobaan itu, hanya satu saja yang mengarah ke gawang kawalan Manuel Neuer. Satu gol sempat bersarang, tetapi dianulir karena offside.

Duet Joao Felix dan Luis Suarez yang diturunkan oleh Diego Simeone, tidak mampu merepotkan lini belakang Bayern Munich. Tidak heran, pada akhirnya para pemain depan Die Roten begitu nyaman menyerang tanpa harus khawatir membantu pertahanan.

3. Penampilan gemilang Joshua Kimmich

Perdebatan mengenai posisi yang tepat bagi Joshua Kimmich sebaiknya disudahi saja. Pada laga kontra Atletico Madrid, terlihat pemain berpaspor Jerman itu sangat piawai ketika diturunkan sebagai gelandang bertahan, berduet dengan Leon Goretzka.

Joshua Kimmich mampu melepaskan 78 kali operan akurat dan menyentuh bola sebanyak 99 kali sepanjang 90 menit. Ia bahkan memberi satu assist untuk gol pertama yang dicetak Kingsley Coman pada menit 29 lewat sebuah umpan terobosan cantik.

Joshua Kimmich tampil gemilang (Foto: Bayern Munich)

2. Diego Simeone mulai habis

Fluktuatif performa dirasakan Atletico Madrid semenjak dua musim terakhir. Pada 2019-2020, mereka hampir saja mengakhiri liga di luar empat besar. Beruntung, performa Joao Felix dan kawan-kawan meningkat memasuki fase akhir kompetisi.

Penurunan performa plus kekalahan telak 0-4 dari Bayern Munich seakan menunjukkan waktunya perubahan. Diego Simeone yang telah bercokol sejak 2011, sepertinya mulai mengalami titik jenuh. Formasi El Cholo belakangan ini seakan mudah dibaca dan dipatahkan lawan.

1. Kingsley Coman jadi pahlawan lagi

Final Liga Champions 2019-2020 baru berlangsung dua bulan lalu. Namun, Kingsley Coman kembali menunjukkan penampilan apik. Pemain berusia 24 tahun itu menjadi momok menakutkan bagi barisan pertahanan Atletico Madrid.

Kingsley Coman sukses menjadi pahlawan (Foto: Bayern Munich)

Gol pertama menunjukkan betapa hebatnya seorang Kingsley Coman. Umpan terukur dari Joshua Kimmich mampu dikontrol dengan baik. Dalam hitungan sepersekian detik, dengan tenang Coman sukses menaklukkan Jan Oblak.

Sedangkan gol keduanya cukup simpel. Lewat serangan balik, pria berpaspor Prancis itu mampu menyayat lini pertahanan lawan. Setelah melewati satu pemain, tembakannya berhasil membuat Jan Oblak terperangah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini