Marco Rose Sesali Gol Penyeimbang Inter Milan di Menit Akhir

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 261 2297646 marco-rose-sesali-gol-penyeimbang-inter-milan-di-menit-akhir-o7cSSIZurI.jpg Romelu Lukaku selamatkan wajah Inter Milan (Foto: Inter Milan)

MILAN – Hasil imbang 2-2 pada laga Inter Milan vs Borussia Monchengladbach disesali oleh Marco Rose. Kendati demikian, arsitek tim berpaspor Jerman itu menilai imbang merupakan hasil yang adil pada matchday pertama Grup B Liga Champions 2020-2021, Kamis (22/10/2020) dini hari WIB.

Kedua kesebelasan sebetulnya gagal mencetak gol pada babak pertama laga di Stadion Giuseppe Meazza itu. Keempat gol baru tercipta di babak kedua, yang diawali oleh sepakan Romelu Lukaku pada menit 49, yang gagal diantisipasi kiper Yann Sommer.

Tim tamu kemudian bangkit dan mencetak gol lewat penalti Ramy Bensebaini (64’). Die Fohlen bahkan berbalik unggul pada menit 84 berkat gol Jonas Hoffmann. Beruntung, sontekan Romelu Lukaku pada menit 90 menyelamatkan Inter Milan dari kekalahan.

Baca juga: Diimbangi Monchengladbach 2-2, Lukaku Akui Mental Inter Terpuruk

Penalti Ramy Bensebaini membuka skor (Foto: Twitter/@borussia_en)

Merespons hasil laga, Marco Rose cukup senang dengan satu poin yang dibawa pulang dari lawatan ke Italia. Namun, ia sedikit menyesali gol penyeimbang Romelu Lukaku di akhir laga. Menurutnya, Borussia Monchengladbach bisa sedikit lebih baik dalam antisipasi.

“Saya dengan senang hati membawa pulang satu angka dari sini, mengingat bagaimana jalannya pertandingan. Sungguh disayangkan kami gagal berbuat lebih untuk mencegah gol penyeimbang mereka,” urai Marco Rose, dilansir dari Football Italia, Kamis (22/10/2020).

“Menurut saya, satu angka ini adalah hasil yang adil. Sangat sulit bermain di San Siro (Giuseppe Meazza), bahkan tanpa kehadiran penggemar. Tim tamu masih terpengaruh dengan atmosfer di stadion ini,” imbuh pria berusia 44 tahun itu.

Lebih lanjut, Marco Rose menyayangkan kurangnya pengalaman anak asuhnya berlaga di Liga Champions. Apalagi, Ramy Bensebaini dan kawan-kawan terlihat terlalu menaruh rasa hormat kepada Inter Milan sehingga gagal membawa pulang kemenangan yang sudah di depan mata.

“Kami tidak mengembangkan permainan seperti yang kami inginkan, tetapi secara umum, kami mengkreasi cukup banyak peluang mencetak gol,” papar Marco Rose.

“Anda bisa melihat, kami kurang berpengalaman tampil di kompetisi ini. Kami tidak bisa mengeksekusi apa yang sudah disiapkan karena tidak banyak menghabiskan waktu di kotak penalti lawan,” imbuh pria kelahiran Leipzig itu.

Beruntung bagi Borussia Monchengladbach, hasil imbang itu membuat peluang mereka di grup B masih terbuka lebar. Sebab, Real Madrid yang merupakan unggulan bersama Inter Milan, justru tumbang di kandang sendiri oleh Shakhtar Donetsk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini