Komentar Pelatih Persib Bandung soal Bursa Transfer Pemain Liga 1 2020

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 49 2297366 komentar-pelatih-persib-bandung-soal-bursa-transfer-pemain-liga-1-2020-MHPD4sgxLw.jpg Robert Alberts. (Foto/Persib Bandung)

BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts memberikan komentar soal bursa trasnfer yang periode kedua yang telah dibuka. Dia mengaku belum mendapatkan kabar resmi terkait hal tersebut.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 2020, membuka periode kedua transfer pemain. LIB mempersilakan klub untuk mendatangkan pemain sejak 18 September hingga 28 Oktober.

Foto/Persib Bandung

Namun klub tidak boleh mendatangkan pemain dari klub peserta Liga 1. Kemudian pemain asing yang ingin didatangkan belum pernah terdaftar di klub Liga 1 2020 lainnya.

Baca juga: Pelatih Persib Bandung Yakin Liga 1 2020 Tetap Bergulir

Hanya saja, Robert mengaku belum mendapatkan kabar resmi dari PT LIB mengenai agenda bursa transfer Liga 1 2020. Ia juga mengatakan banyak tim lain yang membutuhkan dibukanya bursa transfer karena ada pemain mereka yang meninggalkan klub akibat ketidaksesuaian nilai kontrak.

"Tidak ada yang tahu kapan. Tapi beberapa klub meminta untuk kembali dibuka,” ujarnya mengutip laman Persib, Rabu (21/10/2020).

“Sebelumnya, cukup jelas bursa transfer dibuka bulan Desember, itu pun kalau liga mulai awal Oktober kemarin," tambah pelatih asal Belanda itu.

Robert pun berharap agar Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) dan PT LIB menentukan adanya standardisasi yang jelas dalam bursa transfer nanti. Hal itu mesti didiskusikan dan dibuat guna menjaga sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi.

"Seharusnya ada informasi yang jelas, mengenai jadwal bursa transfer, juga tentang standar yang ditentukan pemain dari kasta apa yang boleh didatangkan," jelasnya.

Foto/Persib Bandung

Sementara itu, terkait kelanjtuan Liga 1 2020 yang belum jelas, Robert mengaku mentalitas skuad Persib menurun. Oleh karena itu dia hanya meminta anak asuhnya melakukan latihan seminggu tiga kali.

“Pemain terlihat cukup lelah terutama soal mentalitas memikirkan kapan sebenarnya liga akan berlanjut lagi,” ujarnya.

Robert menjelaskan materi latihan tersebut bisa menjaga mood dan stamina para penggawa Persib. Tak cuma pemain, hal itu juga berlaku untuk staf ofisial dan media ofisial tim.

“Tidak hanya pemain, tetapi juga orang-orang yang bekerja di lingkungan sepakbola, staf ofisial dan media,” ujarnya.

“Jadi kami memilih untuk berlatih selama tiga hari kemudian menikmati waktu bersama keluarga. Jadi ketika mereka kembali ke lapangan, semuanya lebih termotivasi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini