Bambang Pamungkas Paling Boros Menghabiskan Jersey Persija Jakarta

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 49 2296034 bambang-pamungkas-paling-boros-menghabiskan-jersey-persija-jakarta-233phX19pG.jpg Bambang Pamungkas . (Foto/Persija)

JAKARTA – Jersey atau pakaian olahraga merupakat perlengkapan wajib bagi semua atlet termasuk pesepakbola. Mereka bisa menghabiskan jersey sekali bertanding atau bisa menyimpannya kembali.

Namun, ada sejumlah pemain yang paling boros mengeluarkan jersey Persija Jakarta. Dia adalah sang legenda klub berjuluk Macan Kemayoran, Bambang Pamungkas.

Foto/Persija Jakarta

Kitman atau bagian perlengkapan Persija era akhir 90-an hingga 2015, Muhammad Mansyur menuturkan kisah Bepe—panggilan Bambang Pamungkas—yang boros menghabiskan jersy. Menurutnya, Bepe sering kehabisan jersey karena kerap diminta penggemar.

Baca juga: Liga 1 2020 Belum Jelas, Persija Jakarta Ubah Program Latihan

Menurut Mansyur, seragam bertanding Bepe tidak hanya ludes diincar para pendukung. Tidak jarang, pemain lawan juga meminta jersey Bambang Pamungkas seusai bertanding.

“Pemain yang paling sering menghabiskan jersey adalah Bambang Pamungkas. Setiap selesai latihan, banyak sekali pendukung Persija yang menghampiri Bepe untuk meminta jersey-nya,” kata dia mengutip laman Persija, Senin (19/10/2020).

“Banyak pemain lawan juga memintanya. Pemain Persija lain juga banyak yang diminta, namun Bepe yang paling laris,” tambahnya.

Awal kisah No punggung 20

Nomor punggung 20 di sepakbola, khususnya Persija Jakarta sudah identik dengan satu pemain, Bambang Pamungkas. Namun, mantan pemain tim Macan Kemayoran yang kini menjabat sebagai manajer Persija itu tidak semerta-merta mengenakan nomor punggung 20.

Datang ke Persija Jakarta pada 1999, Bepe—panggilan tenar Bambang Pamungkas—tidak langsung mengenakan nomor kebanggaannya tersebut. Ia memakai nomor lain saat Persija berhadapan dengan PSBL Bandar Lampung.

Foto/Persija Jakarta

“Jersey Persija pertama saya, merek Reebok musim 1999, dikasih bang Mansyur suruh pakai lawan PSBL Bandar Lampung, nomor punggungnya 24,” ujar Bepe mengutip laman Persija, Jumat (10/7/2020).

Bepe pesepakbola lulusan pendidkan dan pelatihan Salatiga, Jawa Tengah menceritakan bahwa nomor punggung 20 bukan favoritnya. Seperti kebanyakan striker, ia menginginkan mengenakan nomor punggung 10. Apalagi nomor itu seusai dengan tanggal lahirnya, 10 Juni 1980.

“Ketika saya main bermain di timnas pra-Olimpiade saya pakai nomor 10. Karena saya striker utama. Selain itu nomor favorit saya. Di Jateng, di diklat (Salatiga) juga memakai nomor 10,” tuturnya.

Namun, saat dia masuk tim nasional (Timnas) nomor punggung 10 sudah dipakai terlebih dahulu oleh seniornya, Kurniawan Dwi Yulianto. Bepe memutuskan untuk menggunakan nomor lain.

Bepe awalnya memakai nomor 18. Dia baru memakai nomor 20 saat ada pergeseran posisi kiper utama Timnas, dan mulai saat itu Bepe mengenakan nomor 20 hingga dia pensiun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini